Home / Artikel / Working Together With…

Working Together With…

 
Adakah analisis yang menyatakan bahwa 2017 akan menjadi tahun yang lebih mudah daripada 2016? Tolong kasih tahu saya jika ada. Sejauh yang saya tahu, para analis memperkirakan akan semakin besarnya tantangan di tahun 2017 ini. Contoh simplenya, target perusahaan Anda lebih rendah atau sama dengan tahun lalu? Saiyya ragukan itu.
Pesimis? Bukan. Lucu saja kalau tahu bahwa tahun ini bakal lebih ‘challenging’ tapi persiapan kita sama seperti tahun lalu. Dimana logikanya coba? Tahun lalu saja tidaklah mudah. Bahkan dalam beberapa ‘battle field’ saya – mungkin Anda juga – kalah. Walaupun secara kumulatif berhasil melewati masa-masa sulit itu hingga masih bisa bertahan hingga akhir tahun.
Dan… babak baru pun di mulai lagi. Hari ini. Kalender kerja kita, mulai beroperasi. Pertanyaannya adalah; “Apa yang baru padaku untuk mengimbangi barunya tahun ini?” Demikian saya ajukan kepada diri sendiri. Kepada diri sendiri loh, bukan pada Anda.
Apakah hanya karena tahun baru kita juga harus serba baru? Dalam konteks materi tidak. Mengapa harus punya baju baru, misalnya. Soal itu, mudah kita buat sepakat. Tapi soal non material, mungkin kita mesti saling menjadi pengingat. Kenapa?
Karena, ya itu tadi. Tantangan tahun ini mungkin akan lebih berat dari sebelumnya. Dan boleh jadi, beratnya tantangan itu bisa dilalui dengan baik jika kita kompakan saling bergandeng tangan. Dengan siapa? Minimal dengan teman-teman yang memiliki tujuan yang sama kan?
Di rumah, teman sesungguhnya buat saya adalah istri saya. Dan anak-anak saya. Jika saya bisa kompak dan bergandengan tangan dengan mereka, insya Alloh. Tidak ada kesulitan yang tidak bisa diatasi. Karena istri adalah sumber energi bagi suami. Dan anak-anak adalah penyemangat buat ayahnya.
Di kantor, teman setujuan itu ya kolega, anak buah, dan atasan. Karena kita, diikat oleh kesamaan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. Working together with friends, bakal bisa meringankan beban.
Agak susah nampaknya kalau sekarang kita nafsi-nafsi. Terlebih lagi jika kita sadar bahwa pasar kita, makin di banjiri produk dan pendatang dari luar negeri. Ini bukan sara. Juga bukan karena iri. Melainkan bahan renungan; ‘Iya yah, kita yang sudah puluhan tahun membangun dan menciptakan pasar disini, masa dengan mudahnya kalah di negeri sendiri.’ Jadi, semangat lagi.
‘Lah, kurang apa sih kerjasama kita selama ini Dang?!’ Mungkin Anda menggugat demikian. “Malah pernah juga dapat materi training darimu Dang. Kurang apa lagi coba?!” Mungkin juga Anda ingin bilang demikian.
Pertama, konteks kita bukanlah dari ‘tidak ada kerjasama’ ke ‘jadi ada kerjasama’. Melainkan mengecek ulang; ‘memadaikah pola kerjasama kita di 2016 kemarin untuk diterapkan kembali di 2017’ ?
Kedua, menyimak semakin kompleksnya 2017, mungkin tidak memadai lagi. Sehingga we need to rethink it again. Kalau di 2016 saja masih babak belur dengan pola kerjasama kita, bagaimana pula jika pola yang sama diterapkan di 2017 ini? Kan gitu.
Ketiga, tidak boleh lengah. Walaupun tahun lalu sudah bagus. Lengah itu bukan milik orang lemah loh. Tapi milik mereka yang sedang berjaya. Kalau tahun lalu kurang bagus, biasanya orang nyadar untuk melakukan revisi. Tapi jika tahun lalu bagus, orang cenderung terlena dan ternina bobokan.
So what is it in the nut shell? Let’s smile more to each other. Menjadi lebih banyak berdialog. Lebih luwes dalam berkomunikasi. Lebih saling memahami. Lebih berkomitmen untuk saling membahagiakan dan menggembirakan. Insya Alloh, kita bakal lebih erat lagi dalam bersahabat. Dan lebih lekat lagi dalam kebersamaan.
Fainsya Alloh. Semua tantangan kita hadapi bersama. Supaya yang sulit jadi mudah. Yang berat jadi ringan. Yang kurang, tergenapi oleh yang lain. Bukankah itu esensi dari ‘working together with you’?

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment