Home / Artikel / Working Spirit Booster

Working Spirit Booster

 
Selain gaji. Apa yang membuat Anda bersemangat dalam bekerja? Ya… Selain gaji. Apa yang membuat Anda benar-benar bergairah terhadap pekerjaan?
Ketemu? Kalau belum, sebaiknya Anda berusaha lebih intens sampai menemukan jawabannya. Kenapa? Karena,  bekerja dengan dorongan gaji itu hanya akan menempatkan kita di posisi ‘apa boleh buat’. Kalau nggak kerja, gimana? Butuh sih. Makanya kerja aja.
Maka seseneng-senengnya kita dalam bekerja, kelak akan kecewa juga. Khususnya ketika mendapati bahwa gaji yang kita kejar itu tidak lagi memenuhi ekspektasi. Saya bicara ekspektasi. Bukan kebutuhan. Ngarep, kata lainnya. Bukankah Anda pun memiliki ekspektasi untuk mendapatkan lebih banyak?
Kelak. Bakal kecewa kalau cuman ngarepin gaji dari pekerjaan yang kita lakukan itu. Minimal, bakal mempertanyakan;”setelah semua yang aku lakukan selama ini…” dengan gaya lebay sambil nangis bombay.
Bahkan kalau pun semua kebutuhan hidup sudah tercukupi dari gaji. Tetep. Bakal tiba saatnya ‘keinginan’ tampil didepan. Sedangkan kenaikan gaji tahunan, tidak sanggup memberi perimbangan.
Apa lagi hidup di jaman ini. Jaman dimana tarip listrik ujuk-ujuk naik. Nggak pake permisi dulu kan? Nggak ada sopan santun lagi. Tiba-tiba tagihan nambah aja. Atau. Ketika beli pulsa. Token yang didapat lebih sedikit dari biasanya. Padahal  membayar dengan harga yang sama.
Kalau sudah begitu, cepat atau lambat juga bakal berefek pada gairah kita, dalam menjalani pekerjaan. Kalau hanya gaji dan tunjangan semata yang kita jadikan pijakan. Jadi. Apa yang membuat Anda benar-benar bergairah terhadap pekerjaan? Don’t tell me that. Talk to yourslef aja.
Benar. Bicaralah lebih banyak pada diri sendiri. Bukan bicara sendiri kayak orang sedeng ya. Melainkan seperti seorang perenung yang rajin melihat kedalam dirinya. Lalu menemukan ‘nilai’ dari setiap tindakan yang dilakukannya. We call it ‘self-talk’
Contoh kongkritnya begini. Dalam menjalani profesi sebagai trainer ini. Saya seneeeng banget melihat perusahaan-perusahaan itu terus berkembang. Dan saya, lebih senang lagi kalau karyawannya turut menikmati pertumbuhan dan perkembangan perusahaan itu.
Lantas apakah mereka serta merta kebagian kue kejayaan perusahaan? Secara tidak langsung iya. Amanlah kerjaannya, minimal. Tapi dampak secara langsung, tidak. Hanya karyawan-karyawan yang memiliki kinerja dan dedikasi yang tinggi yang langsung terdampak oleh kinerja perusahaan. Kenapa? Ya karena mereka itulah yang menjadi motor penggerak roda bisnis perusahaan kan.
Dari situ kemudian saya menemukan bahwa saya bisa berkontribusi pada pencapaian perusahaan melalui peningkatan kapasitas profesional para karyawannya. Sehingga perusahaannya makin berjaya. Dan karyawannya makin sejahtera.
That was my self-talk. Maka ketika menyadari bahwa saya MEMILIKI SESUATU yang bernilai bagi perusahaan dan para peserta pelatihan; saya menemukan ‘value’ dari pekerjaan ini. Sehingga setiap kali mendapatkan amanah untuk memfasilitasi suatu program pelatihan, saya selalu terdorong untuk mencurahkan semmuuua yang bisa saya kontribusikan. Dan jadinya, enjoooooy banget.
Saya tidak perlu bicara lebih banyak lagi tentang diri saya sendiri. Sebab ini bukan tentang saya. Melainkan tentang kita. Tentang bagaimana caranya kita bisa benar-benar seneeeng ketika menjalani hari-hari kerja kita. Yang ternyata my friend, tidak bisa kita dapatkan dari sekedar mengharapkan uwang dowang.
Gairah kerja kita, tidak bisa ditopang oleh gaji dan berbagai tunjangan. Bakal leelah kita. Bakal jenuh, sekalipun dapatnya banyak. Apa lagi yang bayarannya cuman pas-pasan kan? Temukan ‘value’ atau ‘makna’ alias ‘nilai’ dari pekerjaan Anda. Maka Anda. Akan selalu bergembira. Setiap kali bekerja.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment