Home / Artikel / Tipe Pimpinan Yang Paling Baik

Tipe Pimpinan Yang Paling Baik

 
“Kang Dadang,” demikian kata salah seorang peserta training saya kemarin. “Saya perhatikan kalau pimpinan itu ada 3 jenis,” lanjutnya. Saya mendengarkan. “Pertama, pimpinan yang ditakuti. Kedua, pimpinan yang bersahabat. Dan ketiga, pimpinan yang menyenangkan.”
Saya tidak begitu paham apakah pembagian ketiga kategori pimpinan itu ada dalam buku-buku leadership. Tapi, pembagian itu menurut saya; valid. “Pertanyaan saya,” lanjutnya. “Pemimpin tipe yang manakah yang paling baik menurut Kang Dadang…”.
 
Oke. Saya sudah punya jawabannya. Tapi, saya simpan dulu jawaban itu. Saya bertanya, “Apakah Anda sendiri sudah punya pilihan mana yang terbaik menurut Anda?” Dijawabnya iya. Barulah setelah itu kami saling membuka jawaban masing-masing.
Beliau memilih “Pimpinan Yang Menyenangkan.” Sebagai pimpinan terbaik. Tentu sebuah pilihan yang bagus. Karena hampir semua orang menyukai pimpinan yang menyenangkan dan pemimpin yang bersahabat.
Hampir bisa dipastikan, bahwa setiap anak buah mendambakan atasan tang menyenangkan. Dan, tak seorang pun ingin dipinpin oleh orang yang menyebalkan.
Tibalah saatnya saya memaparkan pilihan saya sendiri. Didepan kelas itu saya menyatakan bahwa pimpinan yang paling baik bagi saya adalah;”Pimpinan yang bisa membantu saya mengembangkan karir saya.” Sesederhana itu saja.
Tidak peduli apakah orang itu keras atau lembut. Jika dia bisa memimpin saya untuk menjadi pribadi yang efektif, maka dia adalah pimpinan yang baik. Tidak soal kalau pun dia membuat saya lelah, bermandikan keringat, bercucur peluh, merasakan perih, bahkan membuat saya menangis sekalipun.
Jika dengan metode kepemimpinannya itu dia bisa membantu meningkatkan karir saya; dialah pimpinan yang akan saya pilih untuk memimpin diri saya. Saya bersedia berada dibawah kepemimpinannya. Dan pemimpin seperti itulah yang terbaik menurut saya.
Anti main stream? Bisa jadi. Karena kebanyakan orang lebih suka dipimpin oleh orang yang membuatnya nyaman. Namun faktanya, pemimpin yang bisa membantu kita mengembangkan karir ini ternyata tidak selalu bersahabat. Bahkan kebanyakan, tidak menyenangkan.
Sayangnya, sifat dasar kita sebagai manusia; tidak terdorong untuk melakukan yang terbaik ketika sedang dinina bobokan. Terlena kita biasanya, bukan?
Apa gunanya atasan yang menyenangkan jika dia tidak bisa membantu mengembangkan karir kita? Nggak bakal banyak hasilnya. Paling cuman dapat betah kerja doang. Bonus? Mungkin. Tapi sejauh yang saya tahu, bonus-bonus itu tidak bisa melampaui manfaat yang didapat oleh orang-orang yang karirnya bagus.
Kepada peserta training dikelas itu saya mengajak untuk mengubah cara pandang  terhadap kualitas kepemimpinan. Bukan pemimpin yang menyenangkan yang mesti Anda cari. Tapi pemimpin yang bisa mendorong Anda untuk menjadi pribadi mumpuni.
Sehingga dari pekerjaan itu, Anda bukan sekedar dapat status dan gaji doang. Tapi Anda, mendapatkan kesempatan untuk mengoptimalkan seluruh daya diri. Supaya pencapaian Anda, bisa melampaui orang rata-rata. Apakah nasihat ini juga cocok untuk Anda?
Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKADARUS – Dadang Kadarusman
Catatan kaki:
Nggak bakal berkembang diri kita kalau hanya mau dipimpin oleh orang yang hanya pandai menyenangkan hati dan membuat suasana nyaman. Karena, para profesional hebat tidak lahir dari suasana yang serba nyaman…..

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment