Home / Artikel / TIDAK HARUS MENJADI YANG TERBAIK

TIDAK HARUS MENJADI YANG TERBAIK

 

“Anda, tidak harus menjadi yang terbaik.” Jika saya mengatakan hal itu kepada Anda, apakah Anda setuju? Sah, kalau Anda menolaknya. Karena seharusnya kita menjadi orang terbaik. Betul kan?

Mungkin iya. Tapi, coba perhatikan orang-orang sukses disekitar Anda. Apakah mereka selalu merupakan orang terbaik? Faktanya, tidak selalu demikian kan? Bahkan banyak kejadian dimana orang-orang terbaik malah pencapaian biasa-biasa saja.

Jika Anda pernah merasa bahwa diri Anda lebih baik dari atasan Anda, maka itu menunjukkan kebenaran fakta yang saya bahas diatas. Ternyata, kita tidak harus menjadi yang terbaik kok untuk meraih kesuksesan. Benar?

Vulgarnya; percume ente jadi yang terbaik kalau hal itu tidak membawa ente kepada pencapaian yang lebih baik dari orang lain. Sia-sia saja itu kelebihan yang ente miliki jika dianggurin begitu. Mendingan jadi orang biasa-biasa saja tapi; ‘kebiasaannya’ itu benar-benar didayagunakan.

Banyak orang pinter. Yang kepinterannya hanya jadi kebanggaan intelek. Banyak orang hebat. Yang kehebatannya hanya menjadi penyebab sikap meremehkan orang lain. Dan banyak orang yang punya kelebihan. Namun kelebihannya hanya sekedar menjadi asesoris yang tak memberi manfaat apapun bagi diri dan lingkungannya.

Tapi banyak. Manusia biasa. Standard saja. Tidak istimewa. Namun dengan diri yang apa adanya itu mereka menjadi pribadi yang tidak lelah menggeliat untuk terus berusaha. Berikhtiar. Berjuang. Berkarya. Sehingga dalam hidupnya yang serba terbatas sekalipun masih tetap memiliki hasil karya yang menjadikan kehadirannya bermakna.

Jadi, bukan kehebatan yang kita miliki ternyata yang membuat hidup kita bernilai. Melainkan kesediaan kita untuk menerima diri sendiri apa adanya. Lalu menjadikan diri itu sarana untuk melakukan hal-hal bernilai dan bermanfaat.

Jadi. Meskipun menjadi yang terbaik itu asik, tapi kita tidak harus menjadi yang terbaik terlebih dahulu untuk bisa melakukan sesuatu. Lakukan saja dengan apapun yang sudah ada. Meski serba terbatas juga. Sehingga kita bisa menjadi manusia yang berdaya.

Jadi, bagaimana selanjutnya? Begini: tentukan tindakan positif dan produktif apa yang bisa Anda lakukan hari ini. Lalu, lakukan sampai seluruh sumber daya yang ada, dan daya diri yang Anda miliki; digunakan seoptimal mungkin.

Insya Allah, ini bisa menjadi hari terbaik dibanding hari lain yang sudah kita lalui. Dan besok, kita ulangi lagi. Sehingga semakin hari, kita semakin terbiasa melakukan yang terbaik. Dan menghasilkan, yang terbaik.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment