Home / Artikel / TEBARLAH BENIH KARIRMU

TEBARLAH BENIH KARIRMU

 

Kita, bekerja mencari nafkah. Maka penghasilan menjadi ukuran utama keberhasilan dalam pekerjaan. Besar kecilnya imbalan, menjadi penentu utama cara dan kesungguhan kita dalam bekerja.

Suatu kegiatan jika tidak berkaitan dengan penghasilan tambahan, nggak bakal dijalankan. Pekerjaan diluar tupoksi kita, nggak menarik untuk dicoba. Boleh nggak bersikap seperti itu? Boleh. Tapi. Rugi.

Kenapa rugi? Karena apa yang kita kerjakan sekarang mungkin baru kerasa hasilnya nanti. Minimal skill dari hasil ikut terlibat dalam banyak kegiatan produktif itu bakal jadi tabungan kita. Maka ambillah tanggungjawab yang lebih banyak. Berbuatlah melampaui tupoksi.

Nggak ah Dang. Kerja pokok saja sudah lelah. Ngapain nambah-nambah dengan hal lain yang bukan tanggungjawab kita?! Kalau ada duwitnya sih mending. Kalau cuman cap tengkyu doang mah ya bye bye aja.

Perhatikanlah halaman rumah Anda. Baik yang di depan. Maupun yang belakang. Di musim hujan ini, ditumbuhi berbagai macam tanaman kan? Lalu, Andakah yang menanam benihnya? Nggak. Mereka tumbuh, tanpa campur tangan Anda.

Proses tumbuh mereka, tidak terjadi begitu saja. Di musim kemarau kemarin sang pohon induk sibuk berbuah. Lalu mengijinkan bijinya bertebaran kemana-mana. Lalu terkubur didalam tanah. Biji-biji itulah yang kemudian menggeliat bangkit di musim hujan.

Tindakan Anda yang tidak menghasilkan uang itu, seperti biji-bijian bakal benih di masa depan. Anda mengerjakannya sekarang, tanpa bayaran tambahan. Tapi dengan melakukannya sekarang, Anda mengungguli orang lain.

Di musim kemarau, biji itu nggak kelihatan. Karena belum saatnya untuk tumbuh. Sekarang, hasil dari kobtribusi lebih Anda belum kelihatan. Karena belum tiba masanya.

Di musim hujan, biji-biji terpendam itu tumbuh dengan sempurna. Dan disaat yang tepat kelak, semua biji-bijian berupa kebaikan, kontribusi, dan tindakan extra-ordinary Anda pada menggeliat kepermukaan. Tumbuh menjadi kecambah. Bertambah kuat akarnya. Semakin kokoh pohonnya.

Kecambah itu makin membesar. Berbunga. Lalu berbuah. Sama seperti membesarnya peran Anda yang selama ini sudah Anda lakukan. Lalu peluang karir tiba-tiba terbuka. Dan diantara semua karyawan yang ada, Anda sudah sejak lama membuktikan diri sebagai orang yang bisa menjalankannya.

Begitulah pohon karir Anda bertumbuh. Berkembang. Dan berbuah. Kemudian banyak orang menikmati lezatnya buah karir yang Anda hasilkan. Maka. Jangan pelit dalam berdedikasi, sahabat. Karena setiap tindakan baik melampui tugas pokokmu hari ini, laksana biji-bijian yang engkau tebarkan.

Ketika membantu tugas sulit atasan, engkau menebar benih karirmu. Ketika menolong teman yang kesulitan, engkau menebar benih karirmu. Ketika ikut terlibat dalam kegiatan bersama departemen lain, engkau menebar benih karirmu. Dan benih itu, akan tumbuh pada musim hujan berikutnya. Insya Allah.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment