Home / Artikel / Supporting Your Anak Buah

Supporting Your Anak Buah

 
Jika pekan lalu kita membahas tema tentang Supporting Your Boss. Sekarang, kita bahas hal yang sebaliknya. Supporting Your Anak Buah alias SYAB. Hloh, bukankah bawahan yang harus mensupport atasan? Kok malah sekarang jadi kebalik.
 
Mari kita melompat kepada pemahaman yang lebih tinggi lagi sekarang. Hubungan atasan dan bawahan itu bersifat dua arah. Sehingga ikatan yang terbentuk besifat mutualistik. Saling membutuhkan. Bukan salah satu lebih butuh daripada yang lainnya.
 
Memangnya apa yang dibutuhkan oleh atasan dari anak buahnya? Wooo… banyaak sekali. Yang jelas kelihatan adalah kontribusi anak buah terhadap kinerja atasan. Pencapaian kerja seorang atasan merupakan akumulasi dari pencapaian kerja semua anak buahnya kan? Jadi atasan, butuh anak buah untuk mendukung kinerjanya.
 
Maka SYAB dalam konteks ini adalah memfasilitasi proses yang dibutuhkan oleh anak buah untuk berkembang hingga mereka mampu mewujudkan apa yang kita harapkan darinya. Contoh aktualnya; bagaimana sebagai atasan kita mensupport dia agar terampil mengerjakan tugas-tugasnya, misalnya.
 
Absurd banget jika atasan hanya bisa menuntut anak buah kerja bagus, tapi tidak mau meluangkam waktu untuk mendidik, mencoach, melatih anak buahnya. You don’t SYAB, kalau nggak melakukan semua itu.
 
“Siapa bilang I don’t SYAB? Justru setiap akhir bulan saya pontang-panting menutupi kekurangan anak buah saya!” Demikian prinsip banyak atasan.
 
Betul. Menutup kekurangan kinerja anak buah diakhir bulan pun salah satu bentuk supporting. Tapi kita bicara hal yang lebih strategis sekarang. Yang mesti kita bantu itu bukanlah penyelesaian tugas mereka. Melainkan ‘penguasaan’ mereka terhadap tugas dan pekerjaannya.
 
Anda tidak akan pernah bisa menikmati jabatan itu kalau setiap bulan harus nombokin kekurangan anak buah yang tidak kompeten. Sebaliknya, Anda akan tidur nyenyak kalau punya anak buah yang bisa diandalkan.
 
Menurut pendapat Anda, kenapa ada atasan yang mengalami stress setiap tanggal 28, 29, dan 30? Karena was-was terhadap kinerja anak buahnya kan?
 
So please comprehend bahwa SYAB is about helping your anak buah supaya bisa bekerja dengan profesional hingga level tertingginya.
 
Lantas dimana letak mutualistiknya? Jelas dong. Kalau anak buah Anda mampu bekerja pada level profesionalistas tertingginya maka dia akan memiliki kondite dan penilaian yang bagus. Sehingga karir dia juga bagus. You support him to move up dalam perjalanan karirnya. Minimal, dia bakal bisa dapat insentif dan bonus yang memuaskan.
 
Untuk Andanya apa? Wooo banyak. Pertama, Anda tidak terlalu waswas lagi setiap akhir bulan. Kedua, Anda bakal punya orang yang selalu bisa diberdayakan untuk melakukan hal penting jika Anda berhalangan. KETIGA. Sengaja saya tulis dengan huruf besar semua.
 
KETIGA. Kalau anak buah Anda sudah pada bagus. Maka tidak ada yang menghalangi Anda untuk NAIK ke jenjang karir yang lebih tinggi lagi. Benar, orang lain juga bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi.
 
Tapi beda dong, orang yang jabatannya lebih tinggi plus lebih setress. Dibanding orang yang jabatannya lebih tinggi plus dikelilingi oleh anak buah yang kompeten. Anda mau pilih yang mana? Kan gitu.
 
So supportlah your anak buah supaya bisa mengembangkan kapasitas dirinya secara optimal. Insya Alloh, manfaatnya akan kembali kepada Anda juga. Jadi kita semua bisa sama-sama maju. Asyik kan.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment