Home / Artikel / Stress Itu Bakal Bikin Kita Lebih Tangguh

Stress Itu Bakal Bikin Kita Lebih Tangguh

 
Stress kadang mampir kedalam relung jiwa kita. Tidak soal apakah karir kita sedang bagus, atau lagi memble. Kalau stress, nggak pandang bulu. Jadi, jangan kira orang lain nggak stress. Sama saja dengan kita, eh, dengan kebanyakan orang lainnya.
Bahkan dalam banyak situasi, pencapaian tertinggi seseorang dimulai ketika dirinya sedang dihadapkan pada stress yang berat. Atau sebaliknya, pencapai puncak yang saat ini tengah dinikmati okeh seseorang itu sesungguhnya satu paket dengan stress.
Faktanya, stress itu dekat dengan setiap orang. Tapi, kenapa ada orang yang terlihat adem ayem aja? Dan ada yang seperti cacing kepanasan. Padahal, kadar stressnya kira-kira sebanding?
Sejauh yang saya cermati, ada 3 hal yang menentukan perbedaan itu. Pertama, faktor kepribadian kita. Mrmang ada orang yang terlihat tetep kalem walau sedang dilanda stress berat. Tapi, ada juga yang heboh.
Dalam hal ini, kedua respon itu normal. Memang Tuhan sudah menciptakan kita dengan pembawaan yang berbeda kok. Mikirin ‘gue kok stress begini teman gue kalem aja’ itu pun bisa membuat tambah stress loh. Jadi kuncinya disini adalah; menerima diri kita apa adanya.
Ya Allah, terimakasih Engkau ciptakan hanba dengan jenis kepribadian seperti ini. Sekarang, tolong mampukan hamba untuk mengelola stress ini. Itu contoh  sikap positif yang menverminkan penerimaan diri yang tinggi.
Kedua, keterampilan dalam mengelola stress. Semakin terampil orang mengelola stress, tentu semakin memungkinkan dirinya untuk tetep tenang menghadapinya. Semakin tidak terampil, semakin panik. Logis toh?
Terus bagaimana cara mengelola stress itu? Bisa dimulai dari sini; kenali penyebab stress itu apa. Untuk menemukan akara masalahnya, mungkin kita perlu berkali-kali menggalinya.
Misal. Masalahnya A. Dicari lagi kenapa bisa terjadi A? Ternyata karena B. Dicari lagi kenapa bisa terjadi B? Ternyata karena C. Tanya lagi? Iya jika perlu. Sampai berapa kali? Sampai kita tidak menemukan penyebab yang lebih mendasar dari itu. Mungkin 3, 5, 7, 9 kali. Bisa saja. Begitu
Kenapa tidak ada patokan baku berapa kalinya? Iya dong. Kalau stresnya masih ringan, faktor penyebabnya mungkin masih sederhana. Jadi, 2 atau 3 kali tanya sudah ketemu akar masalahnya.
Stress yang berat, bisa jadi melibatkan banyak  faktor penyebab yang salung berkaitan. Jadi, masalahnya semakin rumit. Tahapan bertanya pun mesti lebih banyak sebelum akhirnya menemukan penyebab utamanya.
Kenapa masalah gue lebih berat dari masalah orang lain huhuhuhuuuuu….? Belum tentu. Kita nggak tahu aja soal itu. Yang pasti didalam Al-Qur’an Allah sudah mengisyaratkan bahwa Dia, PASTI akan menguji setiap orang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Jadi, nggak ada orang yang bakal terbebas dari – salah satu atau beberapa – ujian itu. Semua bakal kena, sesuai kelasnya masing-masing. Tapi, Allah nggak cuma menguji kita. Dia pun sekalian memberikan penawarnya; “Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Ayat ini mengantar kita kepada faktor pembeda Ketiga, yaitu; tingkat kesabaran kita. Semakin sabar kita, semakin mampu mengelola stress. Bahkan di level tertentu kita bergembira, karena sabar dalam menghadapi ujian itu.
Lalu orang sabar itu seperti apa? Yaitu orang yang ketika ditimpa musibah, dia mengucapkan;”Sesungguhnya ini berasalh dari Allah, dan kepada Allah jugalah kembalinya.”
Jika setelah penerimaan diri apa adanya. Lalu berikhtiar mencari penyelesaian terhadap akar masalahnya. Kemudian mengembalikan segala sesuatu kepada Allah. Stress ini bakal kerasa nikmat. Dan bakal jadi momentum untuk sampai pada kualitas hidup yang lebih baik dikemudian hari. Insya Allah. Aamiin.
Catatan kaki:
Stress euy! Biarinlah. Selagi bisa mengatasinya, stress itu bakal bikin kita lebih tangguh.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment