Home / Artikel / Siapa Raja Kekaisaran Uang Masa Depan?

Siapa Raja Kekaisaran Uang Masa Depan?

 
Saya menikmati tulisan Pak Dahlan Iskan yang diposting ulang seorang teman di WAG kami. Seperti biasanya, dalam tulisan bertanggal 25 September 2017 itu Pak Dahlan mengajukan analisis cerdas dengan gaya penulisan berkelas wartawan papan atas.
Walaupun tulisan beliau diawali dengan pembahasan tentang betapa sudah membudayanya penggunaan e-money di Tiongkok, namun yang paling menarik buat saya justru adalah bagian akhirnya.
Setelah memaparkan bocoran IMF tentang diterimanya yuan sebagai mata uang internasional, beliau kemudian mengajukan pertanyaan retorik: “Akankah Yuan menjadi pengganti US dollar dimasa 30 tahun lagi?”
Bagi saya, tidak berlebihan kalau yuan dinilai paling potensial untuk menggeser dominasi dollar. Faktanya, ekonomi China yang semakin menggurita dan berbagai perkembangan geopolitik dunia menunjukkan tidak adanya mata uang yang lebih potensial selain yuan untuk mengalahkan dollar.
Tapi. Dalam pengamatan saya; Walaupun posisi yuan semakin menguat, sama sekali bukan jaminan untuk menjadikannya raja peruangan dunia. Kenapa?
Karena, berbagai analisis mengindikasikan bahwa yang akan menjadi ancaman terberat US dollar sebagai raja mata uang dunia bukanlah yuan. Melainkan mata uang digital yang ‘mungkin’ sekarang belum lahir.
Kenapa saya sebut ‘mungkin belum lahir’? Bukankah cryptocurrency sudah kita kenal sekarang? Benar. Tapi petualangan para savy teknologi belum sampai pada puncaknya. Bitcoin, hanyalah sekedar versi awal yang bakal dengan mudah digantikan oleh cryptocur lain yang jauh lebih kokoh dan lebih diterima publik.
Apakah Anda percaya bahwa para petualang IT di Silicon Valey sudah puas dengan fantasi cryptocurrencynya?
Menyimak betapa serakahnya manusia. Dan betapa powerfulnya benda bernama uang, tidak ada yang bakal berhenti melahirkan jenis baru uang hibrid itu. Tidak ada bank central yang bisa mengontrol. Tidak ada negara yang punya kuasa buat menghalangi penerbitannya.
Konsekuensinya, kelak akan ada terlalu banyak jenis cryptocurrency. Lalu, apa dampaknya? Kebanjiran berbagai jenis uang crypto itu membuat nilai uang justru semakin lemah. Sehingga secara radikal, uang akan menjadi tidak bernilai lagi.
Maka atas dasar ini, saya mengajak Anda untuk tidak terlalu berharap yuan bakal tampil menjadi raja moneter menggantikan dollar dalam 100 tahunan life timenya. Setelah gulden Belanda, real Spanyol, poundsterling Inggris, lalu US dollar; finito!
Tidak berarti saya menutup kemungkinan naik tahtanya yuan menggantikan dollar. Kemungkinan itu tetap ada. Tapi, sanggupkah yuan melawan teknologi?
Kecuali jika yuan mau dan mampu bermetamorfosis menjadi sebuah cryptocur, maka kemungkinan terbesarnya adalah; yuan hanya akan sampai di pintu istana.
Ketika memasuki balairung kekaisaran uang, dia akan mendapati bahwa kursi kaisar sudah dikelilingi oleh sejumlah putera mahkota dari dinasti crypto. Yang lucunya, tak satu pun dari mereka cukup dominan sehingga tak ada yang berhak mengenakan mahkota raja.
Yuan. Hanya akan mengalami nasib serupa dengan mata uang lainnya yang sudah ditinggalkan publik. Tak pernah lagi di pindahtangankan atau masuk ke dalam dompet. Just history.
Para pangeran crypto itu akan saling berebut pengaruh. Menghancurkan pamor dan nilai uang itu sendiri. Lalu, manusia memasuki zaman baru. Dimana uang, sudah tidak dibutuhkan lagi.
Kapan itu terjadi? Merujuk pola 100 tahunan, maka itu 20 tahun lagi. Merujuk kaidah jempol, sekitar 50 tahun lagi. Tapi, merujuk kecepatan perubahan teknologi, ‘hanya’ butuh10 tahun saja. Wallahu a’lam…

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment