Home / Artikel / Seberapa Siapkah Kita Dengan MEA?

Seberapa Siapkah Kita Dengan MEA?

 
Hari sabtu pekan lalu saya memfasilitasi training leadership untuk para Kepala Seksi disebuah perusahaan manufacturing di kawasan MM2100 Cikarang. Fokus programnya adalah untuk menyiapkan mereka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
 
Tidak banyak perusahaan yang memikirkan MEA. Dan menyiapkan para leadernya untuk menghadapi kesepakatan yang sudah diberlakukan secara efektif pada tanggal 1 Januari 2016 itu. Padahal, efeknya bisa langsung berkaitan dengan masa depan bahkan nasib bisnis mereka.
 
Memangnya seberapa besar efek dari MEA pada industri di Indonesia? Hmmmh… bisa sangat serius. Mengapa? Karena salah satu pilar penting dalam penerapan MEA adalah; menjadikan “ASEAN as a single market and production base” bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bagi industri Indonesia.
 
Kapan pilar itu bisa menjadi peluang? Ketika perusahaan kita secara sadar dan terencana merancang strategi dan membangun kapasitas sumberdaya manusianya untuk mengambil manfaat dari penerapan MEA.
 
Lalu, kapan pilar itu menjadi ancaman? Ketika perusahaan-perusahaan kita lengah. Terjebak dalam rutinitasnya seperti sebelum berlakunya kesepakatan ini. Tidak memikirkan dampak MEA bagi kelangsungan hidup perusahaannya.
 
Pertanyaannya adalah; di Indonesia, lebih banyak perusahaan yang sudah mengambil langkah nyata menghadapi MEA itu? Ataukah masih sibuk dengan rutinitas bisnis as usualnya?
 
Buat Anda. Gampang saja menjawabnya. Cukup di cek. Apakah perusahaan tempat Anda bekerja sekarang punya perhatian serius terhadap MEA atau tidak? Kalau ya. Sejauh mana usaha menejemen untuk merancang strategi dan membangun kapasitas SDM disana? Silakan dijawab dengan sejujurnya.
 
Bagi saya. Sangat mengkhawatirkan. Satu, karena saya tidak mendengar gencar dan intensifnya pemerintah kita dalam memandu industri dalam negeri untuk bertarung di era MEA. Ada sih. Tapi suaranya, sayup-sayup sampai. Hingga nyaris tak ter…..ngar.
 
Kedua. Sangat sedikit perusahaan yang – dalam pengamatan saya – memiliki program pengembangan yang nyata bagi para karyawannya untuk minimal ‘aware’ dengan dinamika pasar pasca implementasi MEA dan apa yang mesti mereka siapkan untuk menghadapinya.
 
Klien saya itu, mungkin hanya 1 dari sangat sedikit perusahaan yang menaruh perhatian serius pada MEA. Padahal, kita sudah cukup sering mendengar bagaimana produk-produk dari luar menyerbu negara kita.
 
Di kelas training kemarin, saya tidak menceramahi peserta. Alih-alih saya mengajak mereka untuk memainkan sebuah simulasi bagaimana MEA berlangsung. Dan melihat, konsekuensinya bagi bangsa dan industri di Indonesia.
 
Saya hanya menyediakan data. Selanjutnya peserta sendiri yang bertindak sesuai dengan perannya masing-masing. Masya Alloh. Fenomena yang dihasilkan dari simulasi itu layak menjadi bahan renungan. Dari sinilah kemudian muncul awareness. Kesadaran.
 
Dan dari kesadaran itu, semoga bermekaran gagasan, kegigihan, kesiapan, dan kesungguhan untuk menyiapkan diri sendiri. Orang-orang yang dipimpinnya. Dan perusahaan tempat kerjanya. Serta dalam konteks yang lebih besar: Indonesia tercinta. Agar bisa berjaya. Di era MEA.
 
Tapi. Bagaimana pun juga. Ini adalah proyek kolektif. Bukan kerja sporadis individu atau kelompok. Kita mesti kompak. Untuk sama-sama membangun kesadaran. Dan kesiapan ini. Mari kita mainkan peran masing-masing. Anda berkenan?
 
Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, And Public Speaker

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment