Home / Artikel / Sahabat Sejati Yang Kita Cari

Sahabat Sejati Yang Kita Cari

 

Fitrah sebagai mahluk sosial menuntun kita pada pencarian terhadap sahabat sejati. Dan dukungan tekonologi yang semakin canggih, membuat proses pencarian kita menjadi semakin luas jangkauannya. Lantas, semakin dekatkah pula kita dengan orang yang kita cari?

 

Jika sudah menonton Kung Fu Panda 3, Anda akan menemukan jawabannya. Ketika itu, restoran milik ayah angkat Po dihebohkan oleh kehadiran seekor panda besar yang melahap semua dumpling sampai ludes. Ternyata, panda besar itu datang dari tempat yang sangat jauh.

 

“Aku sedang mencari anakku yang hilang,” demikian panda itu berkata.

“Aku pun kehilangan ayahku,” jawab Po.

“Kalau begitu, kudoakan kamu berhasil menemukan ayahmu,” panda itu menghibur.

“Semoga kamu juga berhasil menemukan anakmu,” balas Po.

 

Semua pengunjung restoran menahan nafas. Menyaksikan adegan yang mengharukan. Dan tidak sabar menanti momen bersejarah antara Po dengan panda besar itu. Tetapi, mereka kecewa karena kemudian panda itu berpamitan dengan Po.

 

Adegan itu, dengan cara jenaka telah menggambarkan betapa seringnya kita lupa bahwa orang yang kita cari-cari kesana kemari itu sesungguhnya hadir dihadapan kita. Dia ada disamping kita. Hanya saja, kita ini lola. Loadingnya lama. Hingga tidak melihat betapa sejatinya orang yang selama ini mendampingi kita.

 

Dikantor, teman sejati kita itu adalah orang yang setiap hari mengerjakan tugas-tugas bersama kita. Walaupun kadang kita berbeda paham. Tapi merekalah yang hidupnya lebih banyak dihabiskan bersama kita. Mereka mengerti kita. Dan mereka telah membuktikan diri selalu ada untuk kita.

 

Sayangnya, kita lebih suka menganggap mereka sebagai saingan. Daripada teman. Kita memandangnya sebagai ancaman. Sehingga harus dicurigai dan dijauhi. Meskipun secara fisik dekat setiap hari. Namun jauh sekali jaraknya didalam hati.

 

Itu dikantor. Lalu, bagaimana dengan di rumah? Sahabat sejati kita ya istri. Atau suami. Memangnya siapa lagi?

 

Sayangnya. Sedemikian dahsyatnya godaan dan cobaan bagi mereka yang tengah mengarungi bahtera rumah tangga. Sehingga istri tidak dianggap lagi oleh suami. Atau. Suami yang tidak lagi dihormati oleh istri. Apalagi dizaman serba terkoneksi seperti saat ini. Para petualang cinta wira-wiri. Mencari mangsa sana-sini.

 

Bukan lagi rahasia, jika banyak pasangan suami istri yang lebih dekat dengan lelaki atau perempuan lain dari pada dengan suami atau istrinya sendiri. Alasannya, merasa cocok. Nyambung kalau ngobrol. Memahami perasaan satu sama lain. Padahal, mereka kenal lewat social media.

 

Po dan panda besar itu berbalik. Kemudian melangkah saling menjauh. Sementara pengunjung restoran lain tepok jidat. Seolah mentertawakan betapa bodohnya manusia yang mencari-cari pasangan sejati kesana kemari. Padahal, orangnya selama ini sudah selalu menemani.

 

Beruntung Po dan panda besar itu segera sadar. Bahwa. Merekalah anak dan ayah yang saling merindukan itu. Sehingga akhirnya, mereka tidak lagi harus saling mencari. Karena, mereka sudah dipertemukan sejak dari tadi.

 

Semoga. Kita kebagian hikmah dari pertemuan sahabat sejati seperti Po dan ayahnya. Seperti sahabat karir yang saling mendukung dan menyokong dikantor. Dan. Seperti suami istri yang tidak bisa dipisahkan oleh badai dan topan kehidupan.

 

Sehingga dikantor, kita semakin erat bersahabat dengan kolega. Bekerja sama dan saling menolong dalam pekerjaan. Hingga ringan rasanya menjalani hari-hari dalam profesi kita.

 

Dan. Dirumah pun. Semoga semakin erat tali kasih kita dengan istri dan suami. Sehingga kita, tidak hanya berhasil membangun karir. Tetapi juga menjalani rumah tangga yang sakinah. Mawaddah. Dan penuh rahmah. Aamiin…


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment