Home / Artikel / Saat Paling Bergairah

Saat Paling Bergairah

 
Menurut pendapat Anda. Kapan saat gairah kerja Anda berada pada puncak tertingginya? Pagi hari? Mungkin. Tapi jika malamnya Anda nggak tidur cukup, pagi hari malah lelah. Siang hari? Mungkin iya. Mungkin juga tidak. Sore? Hmmh. May be. May not be.
Jadi kapan dong? Yang jelas, Anda sangat bersemangat ketika baru saja membuat sebuah pencapaian yang bermakna kan ya? Benar. Dan itulah saat dimana gairah kerja Anda sedang tinggi-tingginya. Nggak ada saat lain yang bisa mengimbanginya.
Ketika sedang berprestasi, Anda tidak butuh orang yang nyuruh-nyuruh kan ya? Nggak perlu pengawas. Tidak juga mengharapkan seseorang untuk memotivasi. Karena Anda sudah memiliki dorongan dari dalam diri Anda sendiri. Inilah yang kita sebut sebagai Internal persuation. We become a self-driven personality.
Jadi. Kalau ada orang yang malas, misalnya. Kita bisa langsung tahu bahwa dia tidak perform. Saya tidak perlu waktu lama untuk memperkirakan. Apakah seseorang high performer dikantornya atau bukan. Antara lain ya dari gairah kerja yang tercermin dalam pola pikir dan sikapnya saat bekerja.
Contoh nih ya. Kalau Anda seorang tenaga penjualan. Maka gairah kerja paling tinggi Anda rasakan ketika baru saja mendapatkan orderan yang signifikan kan? Makanya seorang penjual yang sukses cenderung ingin menjual lagi. Menjual lagi. Dan menjual lagi. Sebaliknya. Penjual yang memble. Biasanya males banget kerjanya.
Orang kantoran tidak jauh beda. Ketika Anda baru saja berhasil menyelesaikan suatu penugasan yang sangat menantang. Boss Anda puas banget. Teman-teman Anda mengakuinya pula. Hmmmh… dunia ini berjuta rasanya. Dan saat itu. Anda siap untuk menyelesaikan penugasan lainnya.
Semua professional harus tahu soal ini. Sehingga dia bisa mengelola dan menjaga gairah kerjanya tetap tinggi. Karena perjalanan karir kita ini seperti lomba marathon. Yang hasil akhirnya ditentukan oleh konsistensi kita dalam menjalani detik demi detiknya. Sejak langkah paling awal. Hingga garis akhir.
Banyak orang yang kehilangan gairah kerjanya. Lalu mencari kesana kemari. Bahkan mengira harus ada orang lain yang memotivasinya agar kinerjanya jadi bagus. Boleh saja sih. Tapi. Tidak menemukan esensinya. Keep perform. Maka kita akan terus bergairah.
Dan setiap leader juga harus tahu soal ini. Sehingga dia bisa tahu, ‘energy level’ anak buahnya. Banyak atasan yang bingung dengan anak buahnya yang ‘pada males’. Padahal rasanya dia sudah melakukan segalanya.
Nggak bakal ketemu, karena dorongan eksternal hanya bersifat superfisial. Bawa mereka pada budaya pencapaian yang tinggi. Maka Anda tidak usah susah-susah memotivasi mereka.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment