Home / Artikel / Rezeki Yang Tidak Disangka

Rezeki Yang Tidak Disangka

 
Rezeki itu ada 2 jenis. Satu, rezeki yang datang dari arah yang sudah kita sangka. Dan dua, rezeki yang datang dari arah yang tidak kita sangka-sangka. Dua-duanya kita suka. Tapi. Kalau kita renungkan lagi, ternyata keduanya memiliki ‘nilai’ yang berbeda loh.
 
Gajian yang setiap tanggal 25 itu termasuk kategori pertama. Ada jadwalnya. Jadi, kita tahu dia bakal datang. Makanya, sebelum tanggal itu tiba; sudah ‘belanja’ duluan. Dan ketika sang angka (hanya angka loh ya, soalnya kita tidak menerima fisiknya) nongol di layar ATM, kita pun segera ‘mengekspornya’ ke rekening lain.
 
Begitulah nasib rezeki yang datang dari arah yang sudah kita sangka. Kita bahagia. Tapi hanya sebentar saja. Karena sifatnya seperti air di daun talas. Mampir sebentar. Terlihat sekilas. Habis itu bablas. Nyaris tanpa  bekas. Kita pun nggak merasa ‘greget’ lagi menerimanya. Jadinya seperti ritual bulanan aja. Yang muter begitu terus.
 
Bayangkan. Suatu waktu Anda ditelepon teman. Dia bilang “Bro, hape jadul yang dulu elo kasih ke gue itu dibeli kolektor barang kuno 10 juta. Gue kasih elo bagian 5 juta ya…”
 
Wuuu, kalau nggak sampai sujud syukur bo’ong tuch Anda. Apalagi kalau neleponnya pas lagi butuh banget. Air mata meleleh tanpa orang lain tau tuch. Dan momen itu, menjadi sangat epik sekali. Kenapa? Karena duit 5juta itu datang begitu saja. Dari arah yang tidak disangka-sangka. Walau kita sejak lama merindukannya. Alhamdulillah.
 
Perhatikan teman. Kita sering mengharap rezeki datang dari si ini atau si itu. Eh, ternyata tidak jebul juga. Boro-boro rezekinya. Balasan smsnya aja nggak datang pula. Tapi. Tiba-tiba saja orang lain yang sama sekali nggak kita pikir malah mengetuk pintu kita. Membunyikan telepon kita. Untuk mengantarkan rezeki yang Alloh jatahkan buat kita.
 
Orang yang tak gajian seperti saya, sering banget mengalaminya. Ngarep dapat order training dari perusahaan ini atau itu. Waktu presentasi kelihatannya minat banget. Tapi ternyata, malah memilih provider lain.
 
Ada juga yang sudah deal. Tapi seminggu sebelum hari H, acaranya diundur sampai ‘tahun depan’. Yang namanya ‘tahun depan’ ya artinya ‘kapan-kapan’.
 
Tapi. Rezeki yang datangnya dari arah yang tidak disangka itu sungguh ajaib loh. Nggaaak cuman basa-basi. Gak pake pehape. Kagak suka pula bertele-tele. ‘Kang Dadang, kami mau mengundang Kang Dadang. Acaranya tanggal segini. Bisa nggak?!’ Langsung jleb. Kerjakan. Bayaran.
 
Hari senin kemarin, misalnya. Jam 05.02 pagi seseorang menelepon saya. Klien lama saya. “Kita mau bikin acara lagi untuk District Supervisor,” katanya. “Terserah Kang Dadang aja acaranya mau diapain.” Tambahnya. Allohu ya rozak. Suka-suka Dia cara memberi rezekinya.
 
Berakhir? Tidak. Menjelang sholat dhuhur, saya kedatangan ojek online. Nganterin seporsi Lontong Kupang. Dari siapa? Orang yang tidak pernah saya bayangkan bakal mengirimi makanan. Di Jakarta? Makan lontong kupang? Epik banget.
 
Selepas sholat dhuhur. Perut sudah terisi sumber energi. Seseorang dari sebuah perusahaan lain menghubungi. Diskusi tentang program training yang cocok untuk jaringan waralaba restorannya.
 
Belum tentu goal sih. Tapi, terhubung dengan kenalan baru pun sudah merupakan rezeki dan kenikmatan tersendiri. Dari pada saya yang datang kepadanya?
 
“Apakah saya boleh minta waktu untuk mempresentasikan program training saya?”
 
“Maaf, perusahaan kami sedang tidak butuh training. Khususnya jika Anda yang jadi trainernya.” Halah.
 
Alloh punya banyak cara untuk membukakan pintu rezeki dari arah yang tidak disangka. Suka-suka Dia saja. Kapan. Dimana. Gimana. Berapa. Berupa apa. Terserah Dia.
 
Lalu gimana caranya supaya bisa dapat rezeki yang tidak disangka itu? Lah. Namanya juga tidak disangka-sangka. Nggak usah dibayangkan. Itu urusan Tuhan lewat mekanisme alam semesta. Merem aja. Nanti bakal datang dengan sendirinya.
 
Bukan berarti nggak ada usaha. Tetep kalau usaha mah. Gigih. Rajin. Bagus. Unggul. Biar Alloh lihat kalau kita emang layak dapat jatah. Ohya. Tepat menjelang sholat Ashar, saya dapat kiriman lagi. Kali ini menunya Rujak Cingur! Ya Rozaq.
 
Iya. Tapi kasih contohnya orang yang kerja dong. Jangan ‘pengacara simatupang’ doang. Baiklah.
 
Kaum profesional seperti Anda, sangat berpeluang untuk mendapat rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Caranya gimana? Bagusin kualitas kerja profesional Anda. Jangan ikuti irama kerja orang lain yang lelet, males, asal-asalan, banyak alesan, suka telatan, doyan ngomongin atasan, demen bikin kesal teman, hobi kasak kusuk sana sini, dan sebagainya.
 
Be the only personality yang mumpuni jika harus sendiri. Nanti. Rezeki itu datang dengan caranya sendiri. Mungkin tiba-tiba dikasih bonus tambahan. Mungkin dikasih kenaikan gaji diluar waktunya. Mungkin ditepuk bahu oleh atasan sambil bilang ‘kamu dipromosi’. Semua yang saya sebut ini, real. Beneran terjadi.
 
Mungkin juga ada orang yang minta bantuan keahlian Anda di hari sabtu dan minggu. Dengan imbalan beberapa juta. Rezeki yang nggak disangka, dikasih Tuhan kepada siapa saja yang dikehendakinya. Dari kelompok orang-orang yang berhak menerimanya.
 
Jika Anda mengasah keahlian kerja. Sampai menjadi expert dibidang Anda.  Maka. Nggak usah menyangka Alloh tidak kasih rezeki yang tidak disangka. Bersiap-siap saja. Insya Alloh. Bakal datang pada saatnya.
 
Oh yah. Satu lagi. Alloh memang kuasa ngasih sama siapa aja. Tapi ada orang yang Dia favoritkan. “…Barang siapa bertaqwa kepada Alloh. Niscaya Alloh mengadakan baginya jalan keluar. Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya…” demikian Alloh berfirman dalam Al-Qur’an. Semoga kita termasuk insan favorit itu.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment