Home / Artikel / Rezeki Yang Paling Lezat

Rezeki Yang Paling Lezat

 
Rezeki, menduduki posisi tertatas dalam daftar hal-hal paling didambakan manusia. Iya kan? Lalu menurut Anda, rezeki yang rasanya paling nikmat itu rezeki seperti apa?
 
Rezeki yang banyak. Jika itu jawaban Anda, benar. Tapi kebenaran Anda nisbi. Karena selain ‘banyak’ itu relatif, itu juga tidak berlaku bagi orang yang bersahaja.
 
Misalnya. Kalau Anda dapat 10 juta sebulan, mungkin tidak surprise lagi. Sudah biasa. Faktanya, banyak orang bergaji lebih dari 10 juta; tapi pusing terus setiap bulan tua. Tapi kalau seorang fakir dapat uang 10 juta, maka rasanya tuch; jebret banget.
 
Bagi orang yang greedy, 10 ribu dollar juga nggak memuaskan. Makanya walau sudah digaji dan ditunjang senilai 10 ribu dollar sebulan dari uang yang dikumpulin lewat pungutan pajak rakyat; masih saja ngambil yang bukan haknya.
 
Jelas sekali bahwa ‘rezeki yang banyak’ tidak berlaku bagi semua orang. Jadi, mari cari jawaban yang lebih fundamental.
 
Rezeki yang didapat dengan mudah atuh yang paling enak mah. Betul kan? Test aja; kalau ada cara susah dan cara gampang untuk mendapatkan rezeki, Anda pilih cara yang mana?
 
Tapi tahukah Anda bahwa banyak pula orang yang justru menghindari cara gampang itu walaupun konsekuensinya harus tertatih-tatih meraihnya lewat cara yang susah? Aneh ya.
 
Ada 2 alasan yang saya pahami dari orang-orang aneh itu. Pertama, mereka lebih menikmati prosesnya daripada hasilnya. Dia sadar bahwa di kelasnya, dia harus berjuang keras untuk meraih rezekinya.
 
Makanya asyik saja walau susah juga. Dan justru setelah susah payah itu dia merasakan betapa nikmatnya rezeki yang didapatnya. Bukankah orang susah lebih menghargai apa yang ada pada dirinya dibandingkan mereka yang serba gampang?
 
Kedua. Mereka tahu bahwa memang ada jalan yang mudah untuk mendapatkan rezeki. Tapi, mereka menahan diri; kalau cara itu bertentangan dengan ketentuan dan tuntunan ilahi.
 
Maka meski bisa menjalaninya, dia menghindarinya. Walau mampu menempuhnya, dia menjauhinya. Karena baginya, rezeki yang paling nikmat rasanya itu bukanlah yang didapat dengan melanggar etika dan larangan tuhannya.
 
Jelas juga bahwa rezeki yang paling mudah didapat itu, bukan yang rasanya paling nikmat. Lalu, rezeki apa dong yang rasanya paling lezat itu? Ini:
 
“Rezeki yang diberikan oleh Allah melalui arah yang tidak disangka-sangka.”
 
Anda bekerja dengan ikhlas. Tidak mengharapkan imbalan apapun selain gaji. Tiba-tiba boss memutuskan bahwa perusahaan akan membagi keuntungan kepada karyawan yang ikut berkontribusi seperti yang Anda lakukan. Lezaat rasanya. Itu contohnya.
 
Sedang pusing mikirin tagihan yang membengkak diluar kebiasaan. Mikir ini itu, nggak ada solusinya. Dead end. Semua usaha menemui jalan buntu. Ketika sedang berjalan menuju ke mesjid, hand phone berdering. “Mas, mau minta dibikinin program kayak kemarin. Tapi budgetnya cuma 15 juta, bisa nggak?”
 
Ya Allah. Eta 15 juta teh hutang yang selama ini bikin jantung degdegan hingga tak bisa tidur semalaman. Lezat nggak rasanya?
 
Bahkan ketika kehidupan sedang serba indah. Rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka mah tetap lezat rasanya. Apapun kondisi dan situasinya.
 
Betapa beruntungnya kita, karena dalam Al-Qur’an dan hadits; banyak sekali isyarat tentang rezeki yang tidak disangka-sangka ini. Walau Allah kuasa memberikannya kepada siapa saja, tapi Qur’an menegaskan bahwa orang-orang soleh; mendapatkan bagian paling utama.
 
Patuh atau pun ingkar, tetep Allah kasih rezeki yang tak disangka-sangka. Suka-suka Dia saja. Tapi janji-Nya; orang yang bertaqwa – yang qaaluu rabbunallaahu tsummas taqoomuuu – Allah kasih lebih.
 
Bahkan dikirimnya pula malaikat yang membawa pundi-pundi. Bukan untuk diberikan sekaligus hingga membuatnya kaya raya. Tapi untuk diberikan disaat-saat dia kepepet.
 
Setelah setiap tetes keringat diperas. Setelah semua kemungkinan tak bisa lagi dijadikan andalan: barulah diberikan. Agar lezatnya, terasa berkali-kali lipat.
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment