Home / Artikel / Punya Jabatan Tapi Tidak Stress

Punya Jabatan Tapi Tidak Stress

 

Jadi pimpinan itu enak. Tapi. Banyak yang stress juga. Dan mereka yang pernah menjadi pimpinan, tentu paham maksud saya. Itu berlaku baik pada pimpinan level unit kerja atau team, hingga kepada pimpinan korporasi sekalipun.

 

Padahal, stress bisa mengurangi tingkat kenikmatan sebuah jabatan. Kalau sudah stress biasanya orang terpaksa menjalaninya. Bukan karena suka atau asik. Melainkan karena sayang sama bayaran dan fasikilitasnya saja. Persrtan dengan segala keribetannya. Kan repot jika demikian.

 

Lantas, bagaimana dong? Mesti paham sumber-sumber stressnya. Lalu segera mengatasinya. Ada 3 sumber utama stress yang sering menyerang para pemegang jabatan.

 

Sumber stress pertama adalah business performance. Semua level kepemimpinan punya beban untuk menghasilkan kinerja sesuai tuntutan perusahaan. Semakin tinggi posisinya, semakin besar pula beban tanggungjawabnya.

 

Stress semacam ini hanya satu, obat penawarnya. Yaitu, berikan hasil sesuai dengan yang yang diiinginkan perusahaan. Bakal dingin telinga, tenteram hati, dan normal tekanan darahnya jika itu terwujud. Nggak bakal setress lagi saat sedang business review meeting.

 

Kedua, karakter atasan. Bahkan setiap atasan pun punya atasan lagi. Dan boleh jadi, pimpinan lebih tinggi punya atasan yang lebih demanding lagi. Jangan kira kalau sudah jadi Presiden Direktur nggak bakal ada yang ngomelin loh. Emangnya PresDir yang dicopot dari posisinya itu kenapa?

 

Maka memahami cara pandang, gairah, orientasi bisnis, pola kerja dan prinsip-prinsip profesional yang dianut oleh atasan yang lebih tinggi itu penting. Dan mesti luwes menyikapinya. Tidak ada gunanya berseberangan dengan pimpinan. Babak belur Anda meski sudah pegang sabuk hitam plus Dan V karate sekalipun.

 

Di media beberapa waktu lalu misalnya. PresDir sebuah BUMD sesumbar bakal kepake terus karena ‘punya kualitas bagus’. Namun ternyata Pak Gubernur mencopotnya juga. Itu contohnya kalau kita bagus, tapi gagal paham hal-hal penting berkaitan dengan atasannya.

 

Ketiga. Anak buah yang 906l0k. Itu sumber stress berat loh. Cape banget punya anak buah yang tidak kompeten itu. Mau diajak berlari juga gak bakalan bisa. Diomelin mutung. Dibiarin bikin rusak kinerja team. Terus musti diapain?

 

Ada caranya. Pake dong matriks performance-potentialnya. Nanti Anda tahu mesti diapain itu orang. Ada ada yang memang mesti dibuang. Ada yang dibiarin aja. Dan ada anak buah yang Anda wajib berinvestasi untuk mengembangkannya.

 

Kalau ketiga aspek tadi dipahami. Dan dijalankan solusinya, maka kursi jabatan itu rasanya akan semakin renyah. Jadi kerasa enaknya. Dan nggak bikin stress lagi Insya Allah.

Catatan kaki:

Bagi kaum professional, hidup enak itu antara lain jika berhasil meraih posisi bagus sekaligus tenteram hati ketika menjalaninya.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment