Home / Artikel / PR Terbesar Orang-Orang Tak Mampu

PR Terbesar Orang-Orang Tak Mampu

 
Berhadapan dengan orang lain yang serba lebih dari kita itu kadang-kadang membuat kita minder ya. Rasanya keciiiil kita jika berhadapan dengannya. Mungkin karena dia serba bisa. Serba tahu. Serba ini. Dan serba itu. Sedangkan kita? Biasa-biasa aja. Pertanyaannya adalah; apakah sedemikian hebatnya orang itu, dan sedemikian lemahnya kita?
Kenyataannya, tidak ada loh yang namanya orang serba bisa itu. Mungkin seseorang bisa melakukan banyak hal. Tetapi tidak berarti dia bisa melakukan segala hal kan? Dia bisa melakukan sesuatu yang memang dia bisa. Tapi pasti, dia tidak bisa kalau harus melakukan sesuatu yang dia tidak bisa. Masuk akal ya? Maka, minder dihadapan orang lain yang serba bisa itu sungguh tidak produktif. Fakta bahwa dia hebat, memang iya. Tapi boleh jadi, kita bisa melakukan sesuatu yang dia; tidak bisa melakukannya.
Mungkin seseorang tahu tentang banyak hal. Tetapi tidak berarti dia mengetahui segala hal kan? Dia tahu segala sesuatu yang memang dia tahu. Tapi pasti, dia tidak tahu tentang  sesuatu yang tidak dia ketahui. Maka, minder dihadapan orang lain yang serba tahu itu juga tidak ada gunanya. Fakta bahwa dia hebat, memang iya. Tapi boleh jadi, kita tahu sesuatu yang dia; tidak mengetahuinya.
Boleh kagum kepada orang lain, my friend. Tapi tidak usah berlebihan. Supaya kekaguman kita tidak menyebabkan perasaan rendah diri. Apalagi sampai menghujat Tuhan;”Kenapa menciptakan orang lain serba hebat begitu, sementara saya diciptakan kayak gini doang?!” Kelemahan dan kekurangan itu satu paket kok. Jadi, nggak ada gunanya mencemburui seseorang yang pasti punya kelemahan juga kan?
“Iya sih Dang. Tapi yang dia bisa itu penting buat hidupnya. Sementara yang gue bisa, kayaknya nggak penting banget!” Nah. Bagus, kalau sudah mikir begitu. Berarti nyadar kalau selama ini kebanyakan buang waktu dan tenaga untuk sesuatu yang nggak penting buat hidup. Fakta bahwa kita bisa sesuatu, menunjukkan kita meluangkan waktu dan tenaga untuk itu kan? Jadi kalau yang kita bisa itu nggak penting, ya itulah gambaran cara kita ngisi waktu selama ini. So berhenti. Lalu putar haluan. Kemudian gunakan waktu dan tenaga untuk hal yang penting saja.
“Tapi kan sulit mempelajari sesuatu yang bukan bidang kita, Dang!” Ada benarnya. Tapi, ketahuilah sahabatku. Kebanyakan hal sulit itu rahasianya tidak terletak pada ‘kerumitannya’. Tapi, soal ‘mengetahui caranya’. Tidak lebih dari itu. Kalau Anda tahu caranya, maka Anda bisa sehebat orang yang Anda kira hebat itu.
Tukang sulap, misalnya. Setiap penonton dibuatnya terkagum-kagum. Takjub. Terpana. Mengira dia sakti mandraguna. Padahal tidak. Belajarlah sulap. Maka Anda akan tahu bahwa semua itu sangat sederhana. Ketidaktahuanlah yang membuat perbedaan diantara kita. Bukan nggak bisa. Kita. Nggak tahu caranya. Sesimpel itu saja. Once you know how to do the trick, you learn in minutes, and than; you can do it just like that.
Di sebagian besar aspek kehidupan pun demikian. Diantara hal-hal yang tidak bisa kita lakukan itu, sebagian besar bukan karena kita tidak mampu. Tapi karena kita belum tahu saja. Begitu tahu, ‘ooooh gini toooooh….’. Begitu kan? Makanya, PR terbesar kita dalam meningkatkan kemampuan sesungguhnya adalah ‘meningkatkan pengetahuan’. Perbanyak pengetahuan. Insya Allah, bakal semakin luas wawasan kita. Dan jika itu berkaitan dengan tindakan, maka pengetahuan itu tinggal diikuti dengan latihan. Hingga kita pun bisa melakukannya. Seperti halnya orang-orang yang kita kagumi itu.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment