Home / Artikel / Perusahaan berubah mulu, Kita harus terus membangun kompetensi

Perusahaan berubah mulu, Kita harus terus membangun kompetensi

 

Bekerja di perusahaan yang sedang melakukan perubahan itu melelahkan. Apalagi kalau berubahnya terus-terusan. Baru saja nyaman dengan sesuatu yang baru, misalnya. Mesti menyesuaikan diri dengan hal baru lainnya lagi. Nyaman lagi, eh berubah lagi.

 

Memang. Berubah itu bikin kita gerah. Karena perubahan memaksa kita untuk keluar dari kebiasaan-kebiasaan selama ini. Dan namanya kebiasaan, tentu memberikan perasaan nyaman. Sedangkan perubahan, menuntut kita melakukan penyesuaian. Yang belum tentu sejalan dengan kenyamanan yang sudah kita dapatkan. Makanya, kita sering enggan.

 

Tetapi, saya melihat bahwa justru perusahaan-perusahaan yang terus melakukan perubahan itulah yang memberikan banyak peluang. Baik kepada organisasi itu sendiri. Maupun kepada para karyawan.

 

Di perusahaan yang statis, malah jarang ada kesempatan bagi orang-orang yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Makanya, orang yang punya potensi tinggi pun sering terhambat oleh birokrasi dan kemandekan organisasi.

 

Saya. Menyarankan agar Anda keluar dari perusahaan yang tidak melakukan perubahan. Kenapa? Sebab. Walaupun Anda merasa nyaman karena tidak harus melakukan penyesuaian apapun. Namun karir Anda disana. Tidak akan mengalami perbaikan. Bakal statis saja Anda disana. Sama seperti statisnya perusahaan Anda.

 

Perusahaan yang tidak melakukan perubahan itu juga tidak sejalan dengan dinamika pasar. Sehingga rawan ketinggalan jaman. Dan rawan ditinggalkan para pelanggan. Bahkan rawan mengalami kebangkrutan.

 

Lihatlah, industri apa yang tidak berubah sekarang? Semua berubah. Sehingga perusahaan yang rigid, cepat atau lambat akan tersingkir dari arena persaingan. Atau nggak nyambung lagi dengan kebutuhan dan tuntutan pelanggan.

 

Banyak contoh raksasa industri yang dulu berjaya tapi sekarang sudah tidak lagi ada di pasar. Mereka musnah. Bukan karena ukurannya kecil. Justru karena sudah sangat besar sehingga mengira bahwa pasar akan secara otomatis berpihak kepadanya. Padahal, pasar akan secara alami condong kepada organisasi yang menyesuaikan diri dengan dinamika pasar itu sendiri. Dan itu artinya, melakukan perubahan tanpa henti.

 

Oleh karenanya, perusahaan yang ‘berubah melulu’ itu justru mengindikasikan adanya kemauan menejmen untuk mengimbangi dinamika yang ada. Baik berupa tuntutan pasar. Perubahan lanskap kompetisi. Maupun pergeseran pola pikir dan kondisi lingkungan. So. Stay. There.

 

Yang menjadi persoalan adalah, kesadaran ini sering baru ada di level manajemen. Belum disadari sepenuhnya oleh para karyawan. Makanya, ketika menejmen mencanangkan tindakan perubahan; karyawan malah resisten.

 

Implementasi rencana dan strategi perubahan itu kemudian terhambat oleh sikap negatif karyawan. Sehingga, selain tidak efektif; prosesnya menjadi semakin lama. Dan semakin menyakitkan. Karena menyakitkan itu, maka reaksi negatif dari karyawan menjadi semakin besar. Implementasinya berantakan. Dan akhirnya, berhenti ditengah jalan.

 

Hal itu tidak akan terjadi jika kita sebagai karyawan, berdiri disisi yang sama dengan menejmen. Dan menyokong rencana perubahan mereka. Sehingga kita, menjadi mitra tangguh mereka. Bukan lawan tarik tambang seperti diacara 17an. Dengan cara itu, sinergi bisa terbangun. Dan sekarang, Anda menjadi bagian ‘koalisi manajemen’.

 

“Tapi kan perubahan sering membawa korban!” Mungkin. Tapi. Anda harus paham, siapa yang biasanya menjadi korban. Kalau bukan orang yang kompetensinya tidak sejalan dengan arah perubahan, biasanya mereka adalah para penentang perubahan itu.

 

Tapi jika Anda terus membangun kompetensi yang sejalan dengan arah perubahan di perusahaan. Dan Anda kooperatif dengan perubahan itu. Maka Anda bukan dibuang. Justru makin disayang. Dan karir Anda, semakin cemerlang.

Catatan kaki:

Perusahaan yang tidak melakukan perubahan itu bukannya stabil. Tapi statis. Stabilitas perusahaan justru akan tetap terjaga kalau terus menerus melakukan perubahan. Sehingga perusahaan selalu berada di posisi terdepan. Dari situlah kemudian berbagai peluang bagi karyawan bermunculan. Maka dukunglah. Jika perusahaan melakukan perubahan.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment