Home / Artikel / Persetruan Antar Menejer

Persetruan Antar Menejer

 
Misalnya Anda adalah seorang menejer disebuah perusahaan. Lalu Anda mendapati ada menejer lain yang menjelek-jelekkan diri Anda dihadapan anak buah Anda. Apa yang akan Anda lakukan?
 
“Membalasnya dengan membeberkan fakta bahwa dia pun nggak bagus-bagus amat. Malah dalam banyak hal, Anda lebih baik dari dirinya.”
 
Mungkin itu bisa menjadi pilihan tindakan Anda. Tetapi, apakah hal itu bisa memberikan pengaruh positif pada Anda atau tidak ya? Menumpahkan perasaan kesal Anda, iya. Memberi dampak baik? A-a. Nope.
 
Persaingan antar boss terjadi diman-mana. Sehat sebenarnya. Malah bagus untuk perkembangan perusahaan maupun karir yang bersangkutan. Kalau persaingan itu berjalan secara fair dan wajar.
 
Tapi kita sering melihat antar pimpinan saling sikut hingga diluar batas kewajaran. Bahkan tak jarang berkonfrontasi sehingga bukan lagi rahasia umum jika antara mereka saling tidak suka.
 
Kita sebaiknya menghindari situasi seperti itu. Kenapa? Karena itu kurang sehat bagi karir kita. Ingatlah bahwa boleh jadi nanti kita menduduki posisi yang lebih tinggi dan kita, butuh menejer lain untuk mensupport. Atau sebaliknya, mungkin dia yang lebih dulu naik dan kita butuh dia untuk perkembangan karir kita. Itu bagian terdalamnya.
 
Bagian superfisialnya begini. Perseteruan Anda dengan pimpinan lain bisa mempengaruhi anak buah Anda. Sulit bagi Anda untuk menuntut anak buah supaya solid ketika Anda sendiri bentrok dengan sesama menejer lainnya.
 
“Tapi kan dia yang mulai Dang!”
Mungkin. Tapi, kepemimpinan bukan semata-mata mengelola orang lain. Fondasi utama dalam kepemimpinan itu justru adalah; mengelola diri sendiri.
 
Bagaimana mungkin kita mengelola orang lain untuk solid dengan kolega kerjanya jika kita sendiri pun masih belum sanggup mengelola diri sendiri? Buktinya, kita belum bisa mengambil sikap yang tepat ketika menghadapi kolega lain yang ‘menyebalkan’.
 
Kesimpulan: kehadiran kolega menejer lain nyebelin itu tidak untuk membuat diri Anda gerah. Melainkan kesempatan untuk menunjukkan kepada anak buah Anda bagaimana cara mengatasi kolega ‘koplak’. Juga untuk menunjukkan kepada pimpinan diperusahaan bahwa; Anda adalah seorang menejer yang lebih dewasa. Dan Anda, layak dipercaya.
Catatan kaki:
Dikantor, lebih menguntungkan membangun hubungan baik dengan orang lain dibandingkan harus berkonfrontasi. Karena sikap kerjasama dan hubungan baik sangat laku di pasar tenaga kerja.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment