Home / Artikel / PENGARUH LINGKUNGAN

PENGARUH LINGKUNGAN

 

Menurut pendapat Anda, mengapa ikan laut dagingnya tidak berasa asin? Padahal. Dia hidup didalam air yang kadar garamnya sangat tinggi?

Jika Anda merasa pertanyaan ini berbau sekolahan. Anda keliru. Justru kini saatnya kita merenungkan. Bagaimana caranya supaya kita tidak terlampau mudah dipengaruhi oleh lingkungan.

Kenapa? Karena kondisi di sekitar kita saat ini sudah sangat jauh dari situasi ideal yang kita dambakan. Contoh. Kita berharap agar para pesohor berbicara santun. Tapi kenyataannya, justru merekalah yang menjadi biang ucapan buruk dan kata-kata kotor. Bagaimana caranya supaya kita tidak terpengaruh?

Kita menginginkan hubungan sosial yang damai. Tapi kenyataan hidup kita disuguhi oleh drama yang saling sikut-sikutan. Di kantor. Di rumah. Dimana saja. Anak sekolah tawuran. Orang dewasa nyolot-nyolotan. Para politisi saling menggembosi. Bagaimana caranya supaya kita tidak terpengaruh?

Kita. Sangat mendambakan keadilan. Hingga salah satu sila pada falsafah bernegara kita berbunyi “Keadilan sosial, bagi seluruh rakyat Indonesia.” Sementara potret keadilan di negara kita, sedang menatap keatas sambil kura-kura buta kepada masyarakat kelas bawah. Bagaimana caranya supaya kita tidak terpengaruh?

Kita. Sungguh merindukan kejujuran. Tapi tengok. Betapa semakin tidak malunya manusia mempertontonkan kebohongan. Kedustaan. Dan bertolak belakangnya ucapan dan perbuatan. Seolah mereka sendiri tidak sadar bahwa dirinya sedang berbohong. Dan sekarang. Semakin banyak manusia yang begitu. Bagaimana caranya supaya kita tidak terpengaruh?

Bagaimana caranya? Menyingkir ke negeri lain? Tentu bukan pilihan. Minggat ke angkasa raya? Kita tak punya daya. Memaksa orang-orang itu untuk bertaubat? Kita tidak punya kekuatan dan kewenangan. Lantas. Bagaimana caranya supaya kita tidak terpengaruh?

Ikan laut itu. Mereka tetap tawar walau pun rasa air yang melingkupinya pahit dan getir. Ikan laut itu. Mengajari kita. Untuk membentengi diri dari pengaruh buruk lingkungan. Orang lain boleh pada menjadi pembohong, kita belajar menjadi orang jujur. Misalnya.

Tetapi. Apakah semua ikan laut mampu menjaga dirinya untuk tetap tawar di air asin? Ternyata tidak, sahabat. Sebagian ikan laut, ikut menjadi asin. Seperti halnya sebagian manusia yang terpengaruh oleh keburukan yang terjadi disekitarnya.

Karena tinggal dalam air laut yang asin, maka ikan laut itu ikut menjadi asin. Karena bermukim di lingkungan dengan budaya dan kebiasaan yang buruk itu, maka manusia ikut-ikutan pula menjadi pendusta, menjadi penyokong kemungkaran, menjadi promotor persekongkolan. Minimal, menjadi permisif terhadap perilaku negatif.

Tunggu dulu. Benarkah ada ikan laut yang menjadi asin? Ikan apa jika memang ada? Benar ada? Sebutkan apa. Tidak ada? Tidak. Oh. Ada. Sudah tahukah Anda ikan apa namanya? Ikan laut yang menjadi asin itu bernama;’ikan laut yang sudah mati’. Sehingga dia, tidak lagi bisa memproteksi diri. Dari intervensi lingkungannya.

Manusia juga, sama. Dia yang ikut menjadi buruk karena lingkungannya yang buruk adalah manusia yang ‘mati’. Bukan mati fisiknya. Tapi mati nuraninya. Sehingga meski sadar itu salah, dilakukannya juga. Walau pun tahu itu keliru, tapi terus ditiru. Sehingga, perlahan tapi pasti. Sekujur tubuhnya ikut menjadi ‘asin’. Seasin lingkungan tempatnya menumpang hidup.

Ikan laut yang masih hidup. Tidak perlu mengungsi. Tak usah pergi. Tidak harus mengasingkan diri. Dia tetap tinggal diair asin. Tapi karena dia hidup. Maka asinnya air laut tidak bisa menjadikannya ikan asin.

Manusia yang nuraninya masih hidup. Tidak perlu mengungsi. Tak usah pergi. Tidak harus mengasingkan diri. Dia tetap tinggal di negerinya. Di kampungnya. Di tanah airnya. Walaupun disana sedang marak kemungkaran dan kefasikkan. Tapi karena hati nuraninya masih hidup. Dia tidak terpengaruh oleh keburukan lingkungannya.

Pertanyaan. Apakah saat ini hati nurani kita masih hidup? Semoga.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment