Home / Artikel / Pengalaman Versus Masa Kerja

Pengalaman Versus Masa Kerja

 
Masa kerja itu penting apa tidak? Kalau melihat iklan lowongan kerja sih penting. Lihatlah syarat yang selalu dicantumkan oleh perusahaan yang mengiklankan lowongan kerja. Biasanya bunyinya begini; ‘pangalaman sekian tahun bekerja sebagai blablabla’.
Padahal, pengalaman seseorang dalam pekerjaannya tidak otomatis berkorelasi dengan masakerjanya. Orang yang punya masa kerja 10 tahun, sangat mungkin – saya bilang sangat mungkin – kalah pengalaman oleh ‘anak kemarin sore’ yang baru menjalani 2 atau 3 tahun pekerjaan itu.
Kenapa? Karena pengalaman, tidak identik dengan masa kerja. Anda kerja 15 tahun di bidang itu misalnya. Mari kita bagi menjadi 3 periode 5 tahunan. Lalu kita analisis dampaknya pada pengalamanAnda.
Lima tahun pertama, Anda  join di tempat itu. Masih pilon. Sehingga Anda agak dikerjain senior, disuruh-suruh, diperintah, serta dipaksa melakukan banyak hal yang Anda bahkan tidak tahu gimana caranya. Maka dalam 5 tahun pertama itu, Anda sedang melatih diri dan membangunpengalaman baru.
Di 5 tahun kedua, Anda sudah jadi senior. Punya posisi yang dihormati oleh yang lebih junior, dikasih kepercayaan lebih banya oleh pimpinan. Maka Anda di 5 tahun kedua itu mengeksplorasi kemampuan diri Anda.
Lalu di 5 tahun ke 3, Anda berhadapan dengan masalah yang sama. Serta situasinya sama. Sehinggapengalaman Anda selama ini berguna sekali untuk memecahkan masalah itu. Anda kelihatan hebat. Cetek semua tantangan itu buat Anda. Apa yang Anda lakukan di 5 tahun 3 ini? Keren? No.Anda berhenti membangun pengalaman.
Kenapa? Karena Anda, berhenti tumbuh ketika setiap pesoalan yang Anda hadapi kemudian hanya hal-hal yang sama seperti yang dulu-dulu. Maka masa kerja Anda, memang 15 tahun. Tapipengalaman Anda hanya 10 tahun.
Teman Anda, kerja hanya 5 tahun dibidang yang sama. Tapi dalam 5 tahun itu, dia telah menghadapi tantangan dan persoalan profesional jauh lebih banyak dari yang Anda alami selama 15 tahun. Pertanyaan saya; siapa yang lebih berpengalaman? Anda? Atau dia?
Kalau masa kerja, tidak diragukan jika Anda punya lebih lama. Mamun pengalaman. I am sory. Not you championnya. Orang itu jauh lebih berpengalaman walaupun masa kerjanya lebih singkat dari Anda.
Saya harap Anda tidak keberatan saya mengilustrasikannya demikian. Ini bukan untuk membandingkan diri kita dengan orang lain. Melainkan untuk membuka kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang makna pengalaman profesional yang sesunguhnya.
Bukan masa kerja. Tapi seberapa besar dan seberapa banyak kita terkspose terhadap berbagai situasi dalam pekerjaan. Dan itulah sesungguhnya yang paling menentukan nilai diri kita. Maka, saya ingin mengajak Anda untuk memupuk pengalaman sebanyak-banyaknya. Bukan menumpuk jumlah detik kita duduk diposisi itu.
Bagaimana caranya? Banyak. Misalnya, ikut terlibat dalam berbagai aktivitas bersama atasan atau kolega Anda. Terbuka dengan penugasan baru. Berinisiatif untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Dan sebagainnya. Anda tidak akan kekurangan jalan menuju kesitu.
Dengan begitu, Anda bukan hanya sekedar punya catatan lama kerja belaka. Melainkan menjadi profesional yang kaya dengan pengalaman. Dan isnya Allah, pengalaman itulah – bukan masa kerja – yang akan berguna buat hidup kita kalau sudah pensiun nanti. Karena kita bisa memakainya untuk melanjutkan hidup secara prosuktif. Insya Allah.
Catatan kaki:
Pengalaman seseorang itu tidak bergantung kepada masa kerjanya. Melainkan kepada sejauh mana dia mengeksplorasi kemampuan dirinya melalui berbagai kegiatan dan pekerjaan yang menantang.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment