Home / Artikel / Pemimpin Yang Penakut!

Pemimpin Yang Penakut!

 
Berani, adalah salah satu syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin. Mana bisa memimpin kalau tidak berani kan? Berani mengambil tanggung jawab. Dan berani menghadapi resiko. Demikian konteksnya.
 
Tapi berani, tidak dalam segala hal. Karena pemimpin yang bagus tidak berarti berani dalam segala sesuatu. Bahaya malah. Maka pemimpin harus punya rasa takut. Bahkan harus jadi seorang penakut. Tentu, dalam hal yang relevan. Hal apa misalnya?
 
Takutlah Anda jika anak buah Anda tidak berkembang, dibawah kepemimpinan Anda. Nape emang? Karena Anda harus mempertanggung-jawabkannya. Termasuk salah satu fungsi penting seorang pemimpin adalah membantu anak buah mendayagunakan kapasitas dirinya.
 
Sudah bisa disebut pemimpin yang jelek jika seorang supervisor, menejer atau direktur tidak memberikan cukup perhatian terhadap tumbuh kembangnya anak buah.
 
Takutlah Anda, jika dibawah kepemimpinan Anda anak buah Anda justru menderita. Padahal Andanya sendiri semakin bahagia dan sejahtera. Melayani mereka, bukan malah sebaliknya; begitu pemimpin seharusnya. Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi kaumnya. Tuch.
 
Takutlah Anda jika tidak bisa berbuat adil pada anak buah atau orang-orang yang Anda pimpin. Karena, lebih mudah memihak kepada sumber uang. Pusat kekuasaan. Dan pihak-pihak yang bisa menyenangkan kita dari pada orang-orang yang membutuhkan uluran tulus tangan pemimpinnya.
 
Bukan rahasia lagi jika dalam suatu jabatan terdapat begitu banyak ‘laron’ dengan masing-masing kepentingan kan? Maka tak mengherankan jika banyak pemimpin yang tega mengorbankan kepentingan kaumnya untuk berkiblat kepada pihak yang lebih menguntungkan bagi dirinya sendiri.
 
Duh, jangan anggap remeh ini. Kalau 1 orang saja anak buah Anda yang tidak diperlakukan secara adil, maka kelak dihadapan Tuhan dia akan menuntut Anda.  Yang belum tentu seluruh amal perbuatan baik Anda bisa menebus tuntutannya. Sebaliknya, Tuhan menyediakan imbalan bagi pemimpin yang adil; berupa kemudahan menjalani proses hisab amal perbuatan itu.
 
Kalau menjadi pemimpin. Takutlah kepada. Alloh ta’ala. Karena jabatan kita itu sangat banyak ujian dan cobaannya. Dengan takut itu, maka kita akan gigih memegang amanah. Dan teguh menjalankan prinsip-prinsip kepemimpinan yang tepat.
 
Mungkin pula kita jadi sadar berbagai keterbatasan kita dalam menjalankan amanah itu. Makanya, kita jadi terdorong untuk belajar lagi. Menggali lagi. Menyelami lagi. Mawas diri lagi.
 
Sehingga walaupun sudah menduduki posisi yang tinggi. Kita masih terus-menerus memperbaiki diri. Supaya kita semakin baik dimata orang-orang yang kita layani. Terutama pula, didalam pandangan Ilahi.
 
Karena kita, ingin mendapat rapor yang baik. Dan kita, takut jika tidak dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Sikap seperti ini, hanya dimiliki oleh seorang pemimpin yang memiliki rasa takut itu…

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment