Home / Artikel / Pekerjaan Anda Itu…

Pekerjaan Anda Itu…

 
Hujan. Panas. Macet. Sales seret. Atasan bete. Tagihan naik. Kartu kredit menjerit. Bonus susah didapat. Target meroket. Harga sabun melambung. Memo numpuk. Semuanya bercampur aduk. Sampai akhirnya, kita merasa bahwa this job sucks!
Cuman orang yang baru kerja beberapa jam sampai beberapa bulan saja yang antusias. Yang sudah beberapa tahun, sudah mulai nggak semangat. Yang belasan tahun, sudah gelisah. Yang puluhan tahun, tinggal ‘nunggu waktu’ saja.
Itu biasanya. Yang tidak begitu, nggak usah protes. Anda masuk kategori luar biasa artinya. Tapi. Apa iyya Anda luar biasa? Yang bisa disebut luar biasa ya yang karirnya luar biasa dong.
Nggak begitu juga sih. Dengan menikmati dan mensyukuri pekerjaan itu saja sudah luar biasa loh. Karena, ada indikasi bahwa sekarang ini; orang yang kayak gitu tuch udah jarang…
Dulu, orang bilang; bisa bekerja disitu saja sudah syukur banget. Sekarang, kerjaan bagus pun masih dikelah dan dikeluh. Makanya, sekarang makin susah cari orang yang berdedikasi pada pekerjaannya. Terutama, pekerjaan yang berkaitan dengan pelayanan.
Boleh dibilang, nggak banyak orang yang melayani dengan sangat baik. Salah satunya orang yang melayani saya beberapa hari terakhir ini. Seperti sebelum-sebelumnya, orang ini memang punya dasar kepribadian yang baik. Dimata saya, dia termasuk yang luar biasa.
Tapi kali ini obrolan kami agak mendung. Dia bercerita bahwa per 1 oktober nanti, ah… nggak tega meneruskan ceritanya. Ada suara nafas berat mengiringi obrolan kami. Senyum dan penampilan profesionalnya tidak dapat menutupi bayang kegundahannya.
Intinya begini saja deh: syukuri pekerjaan yang Anda miliki. Bagaimana pun juga, orang lain bakal berterimakasih banget kalau pekerjaan itu Anda berikan kepadanya. Saya yakin Anda paham maksud saya.
Dua hari kemudian, saya bertemu lagi dengannya. Dia menyodorkan dokumen untuk saya tanda tangani. Ketika saya bilang ‘terimakasih ya…’ saya melihat selapis tipis kaca bening di matanya. Berat sekali rasanya ketika hendak melanjutkan kata-kata lainnya.
“Keberadaan Anda sangat membantu sekali loh…” Alhamdulillah. Akhirnya terucap juga kalimat itu dari bibir saya. Tidak mengubah apa-apa. Tapi semoga. Dia tahu bahwa saya dan orang lain yang pernah dilayaninya dengan sangat baik menghargainya.
Dunia ini tidak adil. Demikian orang sering bilang. Orang yang kerjanya baik malah harus kehilangan pekerjaannya. Mereka yang kerjanya menggerutu melulu malah langgeng.
Padahal, bukan dunia yang tidak adil. Tapi, kita bekerja di tempat yang berbeda. Andai orang bagus seperti dia bekerja di perusahaan tempat kita kerja sekarang, mungkinkah dia bekerja lebih baik dari kita?
Saya tidak tahu dengan Anda. Karena saya tak paham sebagus apa Anda bekerja. Kalau dia, saya tahu bagusnya. Anda? Bukan hak saya menilainya. Tapi. Ada bagusnya kalau introspkesi kan?
Orang di luar sana, rela melakukan apapun untuk mendapatkan pekerjaan seperti Anda. Jadi. Jangan sampai kita anggap remeh pekerjaan itu. Saya paham jika kadang nyebelin juga.
Tapi. Anda kira orang lain kerjaanya serba enak? Bener sih. Kalau patokannya ‘Anda kira’. Faktanya? ‘Kira’ bukanlah ‘Fakta’.
Saya bertemu dengan banyak orang. Di kelas training saya. Di forum diskusi. Di ruang konsultasi. Di tempat klien yang saya layani. Di kantor-kantor yang saya datangi. Dan saya menemukan bahwa. Semakin banyak orang yang merasa gerah dengan pekerjaannya.
Semoga Anda tidak termasuk salah satunya. Namun kalau saja sesekali Anda juga mengalaminya, harapan saya; ingatlah kisah orang baik yang saya ceritakan ini. Insya Alloh. Akan menjadi pengingat kembali. Tentang betapa berharganya pekerjaan Anda itu…
Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, And Public Speaker

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment