Home / Artikel / Para People Builder

Para People Builder

 
People builder itu sebutan bagi orang yang memiliki kegemaran untuk membantu orang lain mengeksplorasi kapasitas dirinya. Sehingga potensi dirinya bisa dikonversi menjadi kompetensi.
Kalau di kantor, idealnya peran ini dimainkan oleh atasan. Kenapa? Karena, kompetensi anak buah berkorelasi langsung dengan kontribusinya terhadap kinerja team. Pokoknya, enak deh punya anak buah yang kompeten itu.
Perhatikan deh. Betapa banyak atasan yang harus kerja pontang-panting karena harus mengambil alih tugas-tugas yang seharusnya diselesaikan oleh anak buahnya. Kita tahulah, hal semacam itu sudah menjadi pemandangan umum kan?
Karena banyak yang begitu, maka dianggap wajar aja. Padahal nggak sama sekali. Tetapi karena lebih mudah mengambil alih daripada mendidik, maka kebanyakan orang lebih suka jalan pintas. Kerjain aja sendiri. Ribet kalau mesti ngajarin anak buah mah. Toh masih bisa dihandle juga….
Iya. Kalau urusannya cuman sedikit. Dan anak buahnya tidak seberapa. Coba naik level lagi. Tugas lebih banyak. Dan tanggung jawab lebih besar. Plus jumlah anak buah yang makin bertambah. Gak bakalan lagi ente pak pik pek mengkompensasi bolong-bolong kinerja mereka. Gabakal bisa. Kecuali kalau kepengen merasa gerah menduduki jabatan itu. Yaaa bisa aja kaleee ya.
Itu kalau menggunakan sudut pandang kepentingan sang atasan sendiri. Dari sudut pandang anak buah bagaimana? Semua anak buah menginginkan karirnya berkembang dengan baik. Dan kebanyakan dari mereka kecewa karena masih jarang atasan yang memerankan fungsinya sebagai seorang people builder.
Walhasil, kedua belah pihak sama-sama tidak puas. Atasan tidak puas pada kinerja anak buahnya. Dan anak buah tidak puas kepada kualitas kepemimpinan atasannya. Kalau sudah begitu, tidak mungkin ada suasana saling menghargai. What happens ketika dua orang yang setiap hari berinteraksi tidak saling menghargai? Hampir pasti jika hubungannya bakal garing. Tidak enak sama sekali.
So, mulailah berperan sebagai people builder buat anak buah Anda. Jangan menunggu orang HRD melakukannya untuk Anda. Selain nggak jelas ‘kapan’-nya, belum tentu juga orang HRD dikantor Anda memiliki kesungguhan untuk mengembangkan anak buah Anda kan? Kalau dia juga sibuk dengan anak buahnya sendiri? Waktu untuk team Anda, hanya sisanya saja.
Saya paham juga jika banyak orang yang mengira bahwa mengeksplorasi kapasitas diri berarti bekerja lebih banyak lagi. Makanya tidak banyak anak buah yang  suka dengan gagasan ini. Tetapi sebagai atasan, Anda tidak harus menunggu semua anak buah mau kan?
Kita tidak akan bisa mengembangkan orang yang tidak mau berkembang. Jadi, pilihlah anak buah yang memang memiliki kemauan kuat untuk berkembang. Walau hanya satu atau dua orang.
Setiap usaha yang Anda lakukan untuk mengembangkan mereka, cepat atau lambat bakal membuahkan hasil. Dan respek dari anak buah, bakal Anda dapat bukan karena jabatan Anda. Melainkan karena mereka menyadari kontribusi Anda kepada perkembangan kompetensi mereka.
Dengan begitu, akan semakin banyak hal-hal teknis yang mampu diselesaikannya dengan baik. Anda senang. Mereka juga makin konfiden. Dan dari kinerja bagusnya itu, banyak manfaat yang mereka rasakan.
Kalau makin kelihatan manfaatnya, bakal berebut orang kepengen bekerja di team Anda. Kenapa? Karena bekerja bersama Anda, bukan lagi sekedar menjalani rutinitas harian. Melainkan sebuah perjalanan untuk mengeksplorasi dan mengaktualisasi diri. Sehingga Anda menjadi pemimpin yang mereka cari. And you. Become. A true. Leader. Insya Allah.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment