Home / Artikel / Para Pekerja Dibalik Layar

Para Pekerja Dibalik Layar

 
Dalam pekerjaan, Anda bertemu langsung dengan pelanggan nggak? Kalau nggak, mungkin Anda jarang mendapatkan ucapan terimakasih ya? O tenang. Bukan hanya Anda kok. Orang yang bertemu langsung dengan pelanggan juga jarang mendapat terimakasih. Apa lagi orang dibelakang layar kan?
 
“Pak Dadang tolong sesinya diperpanjang sampai jam setengah satu,” demikian pesan singkat yang saya terima. Normalnya jam 12 sudah istirahat. Namun, kendaraan katering kami hari ini mengalami kecelakaan di jalan.
 
Membaca pesan itu membuat hati saya tersentak. Sudah lebih dari setahun saya menyantap makanan yang mereka sediakan. Namun. Baru hari ini saya sadar bahwa dibalik kelezatan dan nutrisi yang saya nikmati, ada kontribusi orang-orang yang tidak saya kenal sama sekali.
 
Sopir mobil catering itu. Seperti halnya orang-orang yang bekerja dari balik layar lainnya. Adalah orang-orang yang tak kelihatan. Tak masuk dalam radar kesadaran para pelanggan maupun penerima manfaat kerja keras dan jerih payahnya.
 
Mungkin, Anda seperti orang itu juga. Lelah bekerja. Letih berkarya. Tanpa ada yang mengapresiasi hasilnya. Orang seperti Anda, baaaanyaaak jumlahnya. Saya tahu. Karena saya sudah bertanya kepada banyak sekali orang; “Pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan bahwa Anda adalah orang yang penting bagi mereka?”
 
Hanya sedikit yang pernah. Jadi, jika Anda merasakannya juga, maka Anda tidak sendirian. Jangan berkecil hati, tapi. Karena, orang yang puas dengan hasil kerja kita cenderung menganggap wajar mendapatkan pelayanan yang baik. Tapi begitu kecewa, mereka merasa berhak untuk mengumbar kekecewaanya.
 
Tidak perlu heran juga. Karena, sifat manusia yang seperti itu sudah Allah gambarkan dalam Al-Qur’an. Manusia itu, kalau diberi nikmat; suka lupa bersyukur. Jika pada Tuhan saja lupa bersyukur, mana ada rasa terimakasih kepada sesama manusia kan?
 
Kalau dikasih kesulitan sedikit saja, manusia itu gampang berkeluh kesah. Itu kata Allah. Maka jangan heran juga kalau orang itu gampang komplain.
 
Hanya orang yang pandai bersyukur yang tahu terimakasih. Dan hanya orang yang bersabar, yang bisa menahan diri dari keluh kesah. Sekarang kita paham, kenapa orang susah berterimakasih; tapi mudah sekali komplain.
 
Lalu bagaimana menyikapinya? Pertama, mari kita syukuri profesi ini. Alhamdulillah dikasih kesempatan untuk bekerja dibidang ini. Kedua, niatkan bekerja itu untuk memenuhi perintah Allah dalam melayani sesama. Supaya, nggak kecewa kalau nggak dianggap oleh orang lain. Karena kita, bekerja untuk Allah. Dan dari Dia jugalah imbalan yang kita harapkan.
 
Ketiga, berbesar hatilah terhadap penilaian dan perlakuan orang lain. Karena, sekalipun kita sudah bekerja keras; belum tentu orang lain puas. Bahkan walau puas, tak berterimakasih. Kalau tidak puas, melampiaskannya sesuka hatinya.
 
Keempat, bersabarlah. Karena, dalam bekerja; ada saja hal yang membuat kesal. Orang sabar itu disayang Tuhan. Maka dengan sabar, kekesalan bakal sirna.  Sehingga hati kita jadi tenang.
 
Kelima, ingatlah bunyi surah Al-Hadid ayat ke-4. “Allah mengetahui apa yang masuk kedalam bumi dan apa yang keluar dari padanya…”
 
Allah tahu kontribusi Anda kepada lingkungan. Sekalipun orang-orang yang menikmati hasil jerih payah dan kerja keras itu tidak mengenal Anda. Bahkan tidak menyadari peran penting Anda bagi mereka.
 
Maka beruntunglah orang-orang bekerja dibelakang layar. Sebab, nilai kebaikannya tidak berkurang karena riya. Dan tidak hangus karena niat yang tidak lurus. Melainkan tetap bersih karena tidak mengharapkan pujian dari siapapun, selain dari Dzat Ilahi; yang maha terpuji.
Banyak orang yang tidak menyadari kehadiran orang-orang yang bekerja dibalik layar. Namun Tuhan, tidak pernah menyia-nyiakan kebaikan seseorang. Hanya seukuran debu sekalipun. Tetap diperhitungkan.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment