Home / Artikel / Orang Yang Cerdas

Orang Yang Cerdas

 
Hari rabu sore kemarin saya berkirim pesan kepada seorang teman yang bekerja di sebuah perusahaan yang berkantor di Cyber 2 Kuningan. Klien sih awalnya. Karena pertemanan itu dimulai dari proyek training di perusahaan itu. Mereka perlu training lalu menghubungi saya. Cocok. Lalu kami jalankan trainingnya. Sudah beberapa topik yang saya fasilitasi untuk perusahaan itu.
 
Biasanya beliau itu cepat merespon. Tapi hari ini, nampaknya sedang sibuk sehingga sampai malam pun pesan saya belum juga berbalas. Keesokan harinya – Kamis – ba’da sholat subuh saya mengaktifkan hand phone. Ada pesan masuk dari sahabat saya itu. Maka saya pun bergegas membukanya.
 
Kaget saya membaca pesannya. Karena balasan itu diawali dengan “saya istrinya pak J….” Deg. Hati saya langsung berdegup. Agak ragu meneruskan membacanya. Benar saja. Beliau meneruskan kalimat dengan; “Mohon maaf, Bapak sudah berpulang ke rahmatullah bulan Mei 2017.”
 
Masih muda. Gagah. Dan bugar. Begitulah saya menggambarkan sang sahabat. Namun malaikat, jika sudah mendapatkan mandat dari Alloh untuk menyampaikan maut; tak lagi tertarik untuk berkompromi.
 
Dibalik doa untuk sahabat itu, ada bisik kecil di hati saya; ”Sudah dekatkah waktunya buat saya?” Kemudian disusul lagi dengan sebuah pertanyaan; “Bekal apa yang sudah saya persiapakan?”
 
Kemudian saya teringat sebuah riwayat yang diceritakan oleh guru mengaji kami. Suatu ketika, Rasulullah bertanya kepada para sahabat. “Tahukah kalian, siapakah yang paling cerdas diantara kalian?”
 
Lalu para sahabat menyebutkan beberapa orang yang sebenarnya kaum muslimin juga sudah pada tahu jika orang-orang yang disebut itu memang terkenal cerdas. Selain hafal Al-Quran, mereka juga pandai dalam membuat strategi dan berbagai hasil pemikiran lainnya. Anda pasti tahu siapa yang menginisiasi Aljabar, Geometri, Kedokteran dan berbagai ilmu lainnya kan? Ini merupakan gambaran para leluhur mereka.
 
“Benar. Tapi bukan itu yang aku maksudkan.” Demikian sang Nabi. Para sahabat pun segera bersiap mendengar pelajaran dari kekasih Alloh itu.
 
“Orang yang paling cerdas diantara kita adalah,” Rasulullah menjelaskan “Orang yang selalu ingat pada kematian. Dan mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan di akhirat kelak…”
 
Artikel ini, bukan untuk mengenang sang sahabat yang sudah wafat. Sebab sahabat saya ini, insya Alloh termasuk orang yang cerdas. Karena selama saya berinteraksi dengannya, saya menemukan banyak kebaikan dalam dirinya.
 
Artikel ini lebih untuk menjadi pengingat. Bagi diri saya sendiri. Keluarga saya. Maupun – jika tidak keberatan – para sahabat saya yang masih hidup. Semoga. Kita termasuk orang yang cerdas seperti yang telah Rasulullah jelaskan.
 
Sehingga hari-hari kita, dipenuhi oleh berbagai tindakan kebaikan. Sebagai persiapan kita, menyongsong tibanya masa ketika malaikat maut menjemput.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment