Home / Artikel / November Rain…

November Rain…

 
Hujan di bulan November itu sedang lucu-lucunya. Selain membuat  betah selimutan sehingga jadi ‘mager’, juga menimbulkan kemacetan dimana-mana. Maka bagi para pekerja di Jakarta khususnya, butuh ‘energi’ ekstra dalam menjalani rutinitas kerjanya.
 
Dalam situasi begini, biasanya paling gampang mengeluh kita. Sehingga pekerjaan, seakan-akan menjadi beban. Padahal, merasa dibebani itu bakal membuat kita merasa semakin berat. Yang pasti berdampak buruk kepada fisik maupun mental kita.
 
Tapi kan wajar ya kalau sebagai manusia biasa kita mengeluh? Wajar. Tapi tetep lebih ringan di hati kalau bekerjanya tidak dikasih lauk pauk berupa keluhan kan? Ini fakta yang tidak terbantahkan.
 
Bahkan ada penelitian yang menemukan bahwa orang yang suka mengeluh dalam pekerjaannya ternyata lebih sering terkena depresi loh. Angka kejadian penyakit psikosomatik meningkat pada pekerja yang nggak lapang dada.
 
Sakit kepala, maag, dan penyakit lainnya yang sulit disembuhkan oleh dokter ternyata banyak yang bersumber dari ketidakmampuan kita dalam mengelola perasaan. O-ow…
 
Maka jangan sampai keribetan yang kita hadapi dalam menjalani pekerjaan di musim hujan ini membuat kita bete lalu mengeluh. Karena ternyata itu menjadi biang timbulnya beragam penyakit psikosomatik.
 
Apa lagi sampai menggerutu; “Yaa… hujan lagi euy!?” Woy, hujan itu rahmat dari Allah loh. Untuk menghidupkan bumi, dan menyimpan persediaan air buat minum kita. Tanpa hujan, bagaimana nasib kita? Bahkan dari air, semua mahluk hidup diciptakan. Itu jelas tertera dalam Al-Qur’an.
 
Jadi gimana dong caranya supaya nggak merasa berat menjalani pekerjaan ini? Antara lain, merenungkan; betapa bernilainya pekerjaan itu bagi Anda. Dan bayangkan; bagaimana seandainya Anda tidak memiliki pekerjaan itu.
 
Saya berinteraksi dengan cukup banyak orang yang menjelang pensiun. Kebanyakan mereka tidak menginginkannya loh. Kalau boleh memilih antara pensiun atau terus bekerja; mereka pilih bekerja. Lha, kita yang masih muda, bugar, dan kuat berkarya?
 
Saya juga cukup sering bertemu dengan korban phk. Walaupun dibekali uang pulang beberapa ratus (eh, puluh) juta, ternyata mereka tidak bersuka cita. Mereka maunya bekerja saja. Kita yang diberi kesempatan untuk terus bekerja, masa malah merasa berat hati menjalaninya. Nggak lucu kan?
 
Saya, sering juga berinteraksi dengan para ‘pencari kerja’. Disaat situasi ekonomi melemah begini? Bursa kerja juga hanya membuka peluang bagi mereka yang sudah kerja. Apalagi head hunter. Hanya memindahkan orang yang sudah bekerja, bukan menyediakan lapangan kerja bagi para pencarinya.
 
Jadi intinya apa? Menyadari betapa berharganya pekerjaan kita. Lalu menjaganya melalui kinerja terbaik kita. Dan dengan tekun, sabar, serta lapang dada menjalani kesehariannya.
 
Maka insya Allah, dalam situasi dan cuaca apapun; kita akan tetap bisa menjalani pekerjaan dengan perasan yang ringan. Ditengah dinginnya gerimis hujan pun, hati kita tetap hangat. So happy november rain, teman-teman. Semoga rezeki kita mengalir deras dari langit, sebagaimana derasnya curah hujan yang Allah anugerahkan. Sesuai do’a yang kita panjatkan dalam sholat dhuha kita juga; “Allaahumma, inkaana rizkiii fissamaaa-i fa-anzilhu….”.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment