Home / Artikel / Nasihat Kopi

Nasihat Kopi

 
Untuk secangkir kopi yang berkualitas tinggi, tidak diperlukan gula. Dalam rasa pahitnya, tersembunyi rasa manis. Silakan tanya pada penyuka kopi sejati.
 
Begitu juga dengan tulisan berkualitas bagus. Walau pun kadang dalam tulisan itu ada pesan yang tidak kita tidak sukai. Karena nasihat itu kadang seperti kopi. Terasa pahit. Tapi tidak diperlukan kata-kata pemanis.
 
Bagi sebagian orang, kopi dibubuhi gula. Bukan karena mereka itu suka gula. Mereka suka kopinya. Tapi biar terasa manisnya walau rasa aslinya pahit. Tetap sah dirinya sebagai penyuka kopi.
 
Berita juga kadang digula-gulai. Agar mereka yang tidak terlalu tahan lecutannya masih bisa menerima nasihat didalamnya. Selama hatinya masih terbuka dengan nasihat, sah juga bagi dirinya sebagai penyuka perbaikan.
 
Bagi sebagian orang lainnya. Kopi adalah kopi. Tidak boleh dikurangi dan ditambahi. Supaya terjaga keasliannya. Seperti saya yang alhamdulillah, pagi ini disuguhi kopi aseli. Kopi yang terjaga kemurniannya.
 
Bagi sebagian orang. Nasihat adalah nasihat. Seperti saya yang alhamdulillah, pagi ini disuguhi berbagai nasihat dan pengingat dari kitab suci. Tidak boleh dikurang dan ditambahi. Supaya terjaga kesucian ajarannya.
 
Anda. Penyuka kopi yang digulai? Ataukah kopi tubruk murni yang pahit dilidah mamun manis dihati? Apapun itu. Tidak menjadikan kita keluar dari lingkaran penyuka kopi. Kita sama bagaimana pun juga.
 
Atau. Mungkin juga Anda tidak suka kopi. Seperti istri saya yang lebih memilih teh. Apa bedanya? Kita sama-sama penikmat seduhan dari bahan alam. Teh pahit atau teh manis. Kopi pekat atau kopi campur. Kita ini tetap sama.
 
Apanya yang sama? Sama-sama bangsa Indonesia. Dan jika sayang pada negeri ini. Ayo jaga dan lindungi negeri. Dengan apa? Dengan saling menghargai. Jangan mengusik keimanan orang lain. Jangan memaksakan ritual sendiri pada orang lain. Jangan menghina pilihan iman orang lain.
 
Kalau cinta pada negeri ini. Ayo kita jaga. Ikut waspada terhadap infiltrasi tata nilai, akidah, ideologi, atau produk yang merusak bangsa kita yang sekarang marak dilakukan oleh bangsa lain.
 
Jangan tinggal diam. Karena kita yang tinggal di Indonesia hari ini. Adalah pemegang amanah. Untuk menyerahkan negara ini kepada anak cucu kita. Secara utuh. Dan berkedaulatan.
 
Inilah sajian secangkir nasihat kopi pagi ini. Nggak saya gulai. Jadi. Mungkin terasa pahit bagi sebagian dari Anda. Silakan tambahkan gula jika Anda menginginkan sedikit manis rasanya.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment