Home / Artikel / Mudik, Kembali Ke Kampung Halaman

Mudik, Kembali Ke Kampung Halaman

 
Selamat mudik. Bagi yang mudik. Yang nggak mudik, i’tikaf aja di masjid. Sambil menyiapkan bekal buat mudik. Loh, nggak mudik kok nyiapin buat mudik?!
 
Iya. Soalnya, ada 2 jenis mudik. Satu, pulang ke kampung dimana kita dilahirkan. Bertemu orang tua, saudara, dan teman lama.
 
Kedua, pulang ke kampung dimana kita semuanya berasal. Kampung dimana asal muasal manusia bertempat tinggal. Bertemu dengan? Sang maha pencipta.
 
Segala bekal disiapkan untuk mudik ke kampung dunia kita. Kendaraan terbaik. Pakaian terbaik. Penampilan terbaik. Persiapan untuk kampung akhirat kita bagaimana?
 
Bersyukurlah kalau bisa mudik. Karena tidak semua orang bisa mudik lebaran tahun ini. Ada yang karena berhalangan. Atau karena bekalnya belum cukup.
 
Tapi nggak apa-apa, kalau nggak bisa mudik lebaran mah. Soalnya, itu bukan hal wajib. Alloh juga da nggak bakal marah atuh kalau nggak bisa mudik mah.
 
Minta maaf saja sama orang dikampung nggak bisa pulang. Biar mereka paham dan nggak was-was nungguin kita pulang. Insya Alloh, mereka juga bakal paham ketidakpulangan kita.
 
Yang jadi soal itu mudik ke negeri akhirat. Mudik yang ini mah nggak bisa ditunda. Diundur. Apalagi di tolak. Kudu. Wajib hukumnya. Begitu Alloh panggil pulang, langsung otw.
 
Maaf ya Alloh, belon cukup bekalnya. Peduli amat. Pokoknya, pulang! Tapi saya belon siap ya Alloh atuh. Lah, dikasih perpanjangan waktu juga belum tentu kita gunakan buat ibadah. Banyak perumpamaan seperti itu dalam Al-Quran kan?
 
Intinya sih, selamat jalan buat teman-teman yang mudik. Titi dije. Dan buat yang nggak mudik, nikmati aje. Semoga, Ramadhan tahun ini menjadikan kita insan yang lebih baik. Insan yang bertakwa kepada Alloh. Yaitu, insan yang mematuhi perintahnya. Dan menjauhi larangannya.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment