Home / Artikel / MTs Al-Furqon Tempa Siswa Pendidikan “Plus”

MTs Al-Furqon Tempa Siswa Pendidikan “Plus”

 

af1Berdiri tidak jauh dari pusat kota Kec. Singaparna, sejak  tahun 1992 MTs Al-Furqon hadir memberi layanan pendidikan berciri khas. Pengajar di sekolah ini membangun tradisi siswa, disiplin, serius, dan memiliki kekayaan wawasan unggul.

Keberadaan lembaga pendidikan ini, taka sing bagi masyarakat di sekitarnya. (Madrasah Tsanawiyah) MTs Al-Furqon, di wilayah Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya. Mengembangkan satu konsep pembelajaran khas lingkungannya. Memadukan tradisi pesantren, menekankan belajar siswa aktif-produktif pada para siswanya.

Pengayaan khasanah kemampuan siswanya masih ditambah penguasaan dua bahasa asing Arab dan Inggris. Kemudian, dengan kemampuannya mendorong terbiasanya anak didik berbicara (menyampaikan sesuatu) dideoan umum/forum. Konsistensi terap konsep didik itu, sejak lama membudaya dimulai dari kalangan tenaga pengajar hingga peserta didik.

Berdiri sejak 1992, Mts ini menyatu dengan kegiatan lembaga pendidikan pesantren Al-Furqon. Dari situ, terintegrasi materi tempa pada anak didiknya. Membuat jam pelajaran lebih dai umumnya masa ajar di sekolah biasa. Hari-hari di lingkungan sekolah, mendorong anak didik terlarutformua didik sejak pagi hingga sore.

Menurut Kepala MTs Muhammadiyah Al-Furqon, Ust Ali Fauzi, cukup kuat penekanan konsep KBM di madrasahnya menghasilkan lulusan berkarakter. Dijadikan budaya hidup tertib dan disiplin menjalani hari-hari. Berusaha menumbuhkan kepekaan, kerja sama, toleransi, dan saling menyayangi. Pendekatan lain yang dilakukan pendidik mengarahkan siswa banyak melakukan diskusi, wawancara, presentasi, hingga mereka dapat menyimpulkan sendiri apa yang dipelajari.

khotaman“Dengan jam belajar yang lapang, para siswa di sini dituntut untuk disiplin waktu, menjalankan sholat, hingga waktu makan dan yang lainnya” sambung Ust Ali Fauzi. Ada model pembelajaran mengadopsi Pondok Pesantren Modern Gontor. Membangun tradisi kegiatan pendidikan yang sunggguh-sungguh. Jadi pembiasaan dengan penggunaan bahasa Inggris dan Arab sehari-hari dalam tiap pecan bergantian. Hingga tidak asing kemampuan siswa, masuk empat bulan sudah lancer 2 bahasa itu.

Lembaga pendidikan ini penuh obsesi menghasilkan lulusan bermutu, kompeten. Segala upaya diarahkan. Pengakuan seorang siswa, Rian, dirinya senang berada di MTs itu. “Saya senang sekolah disini. Disamping bersekolah juga ikut tradisi pesantren. Saya bisa mempelajari pengetahuan umum dan Al-Qur’an”, jawab Rian yang masih duduk di kelas 7 saat ditanya.

DItambahkan Ust Ali Fauzi, menyertai konsep pendidikan yang dikembangkan juga perkembangan zaman, segenap tenaga pengajar terus menyesuaikan tuntutan dan kebutuhan kualifikasi akademiknya. Mereka pendidik 415 orang siswa MTs Al-Furqon. Sekolah ini berdiri  pada 1992. Menyertai keberadaan lembaga pesantren Al-Furqon.

Dikutip dari Surat Kabar Umum  “TASIK plus”

 


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment