Home / Artikel / Modal Tampang!

Modal Tampang!

 
Bagaimana pendapat Anda terhadap kaum profesional yang bermodalkan tampang? Ya nggak masalah dong. Bagus malah. Lho kok bagus? We… iya. Tampang kaum profesional memang mesti profesional.
Yang nggak boleh itu adalah, modal tampang doang. Kalau modal kompeten plus modal tampang tentu lebih bagus daripada profesional yang bermodal kompetensi doang. Apa lagi yang modal tampang doang. Iya kan?
Dulu, mungkin orang berprinsip ‘yang penting kerjanya bagus’. Tampang amburadul juga nggak apa-apa. Itu dulu. Ketika orang kompeten langka. Sekarang? Banyak orang yang punya kompetensi tinggi. Dan pasar menuntut tampang yang enak dipandang.
Maka memperhatikan tampang kita menjadi sangat penting sekarang. Untuk melengkapi kompetensi yang kita miliki.
Tampang itu bukan soal penampakan seperti foto model. Tapi penampilan yang simpatik sehingga orang seneng ketika berinteraksi. Sekurang-kurangnya, ada 3 komponen yang membentuknya.
Pertama, bersih. Ini berkaitan dengan  bersihnya tubuh kita dan pakaian kita. Mulai dari wajah, tangan, badan, serta pakaian. Dan tentu saja tidak menebarkan aroma keringat yang bisa membikin orang lain menahan nafas sampai megap-megap.
Siapa yang mau berinteraksi dengan orang yang penampilannya kumal kan? Kecuali Anda bekerja di perbengkelan yang harus belepotan oli. Atau petani yang membajak tanah. Maka kebersihan tubuh dan pakaian, merupakan sebuah keharusan.
Kedua, kerapian. Ini juga berkaitan dengan badan. Khususnya potongan rambut. Zaman sekarang, rambut tidak harus dipotong pendek. Profesional berambut panjang juga keren loh, kalau rambutnya ditata dengan rapi.
Zenggot juga. Ditata yang rapi sehingga menimbulkan kesan berwibawa. Tentu ini hanya buat cowok. Bagi cewek, sebaiknya dipikir lagi deh kalau mau numbuhin janggut. Kecuali emang udah dari sononya. Keren juga kali ya kalau ada cewek cantik, tapi ada jenggotnya. Maka itu artinya dia cewek yang unik. Eksotik. Dan pasti menarik.
Kerapian juga berkaitan dengan pakaian. Duh, jangan deh pakai pakaian yang kusyut saat sedang bekerja. Hal itu menjatuhkan kredibilitas kita. Karena kusyutnya pakaian kita, mengesankan kusyutnya pula pikiran kita. Walau pun itu hanya kesan. Tapi kita kan sudah tahu bahwa; ‘kesan pertama, begitu menggoda….’.
Ketiga, pilihan busana. Bersih dan rapi sudah. Tapi pilihan busananya nggak pas. Waduh, berasa ada yang nyolok mata tuch. Nggak enak. Buat cewek yang suka pake rok pendek ke kantor. Atau leher atas bentuk V yang ‘dalem’. Walah. Bisa bikin puyeng teman-temannya deh. Go back home. And change!
Pilih busana yang tepat buat bekerja. Yang enak dikenakan. Dan enak pula dipandang. Nggak perlu mewah atau mahal. Serasi saja sudah oke. Batik misalnya, paling aman dan sesuai untuk hampir semua situasi.
Tapi kan nggak setiap hari pake batik toh. Kemeja kerja kita, adalah pilihan berikutnya. Wah, ini penting banget. Perhatikan bagian leher belakangnya. Biasanya, kalau sudah keseringan dipakai suka ada robek-robek dikit tuch. Tapi karena itu kemeja favorit, maka kita pilih yang itu lagi. Dan itu lagi.
Ganti aja kalau udah gitu mah. Pake yang lain aja. Dilemari masih ada kemeja lain kan? Lebih bagus lagi kalau beli gantinya. Gapapalah beli kemeja kerja setahun satu atau dua kali. Toh kita juga yang merasakan manfaatnya.
Gile Dang. Harganya nggak ketulungan…!
Iya sih. Emang lunayan mesti merogoh kocek agak dalem kalau mau dapat kemeja kerja yang enak dikenakan dan enak pula dipandang. Tapi. Ada tapinya nih. Di bulan-bulan tertentu, toko baju suka ngadain diskon loh. Saya sih suka ngintip kapan diskonannya itu. Ups! J
Menjelang akhir tahun kayak gini, 70-80% an diskonnya. Bayangin aja. Kemeja seharga 400 rebuan bisa dibawa pulang dengan hanya seratus rebuan. Serius. Investlah segitu buat meningkatkan professional look kita.
Kenapa mesti begitu? Karena penampilan yang baik itu meningkatkan self esteem atau penghargaan kita kepada diri sendiri. Dan. Kita juga tahu bahwa orang lain memandang tampang duluan pula kan?
Dengan demikian kompetensi tinggi kita bakal ditunjang oleh tampang yang oke. Nggak mesti nggateng. Nggak usah mewah. Cukup bersih, rapi, dan mengenakan pakaian yang serasi. Insya Alloh, efeknya positifnya bakal berasa.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment