Home / Artikel / Menyikapi Perseteruan Para Atasan

Menyikapi Perseteruan Para Atasan

 
Kemarin saya menulis tentang perseteruan antar menejer. Lalu ada pertanyaan menarik. Bagaimana kalau kita dipimpin oleh para atasan yang berseteru itu?
Memberi mereka solusi atas konflik yang terjadi mungkin bukan pilihan yang tepat. Karena kalau buaya saling bertempur, maka cicak yang berusaha melerainya bisa menjadi korban.
Namun tidak berarti tidak bisa berbuat apa-apa. Ada beberapa sikap dan tindakan yang bisa diambil. Pertama, hindari keberpihakan Anda kepada siapapun. Ingatlah bahwa itu bukan pertempuran Anda. Jadi stay away saja.
Kedua, fokus kepada urusan pekerjaan. Ada kalanya kita mengerjakan projek atau tugas yang melibatkan teman di departemen lain yang para bossnya saling berseteru itu. Pikiran liar berpotensi memperburuk keadaan. Jika kita fokus pada urusan pekerjaan, maka insya Allah perseteruan mereka tidak berdampak pada penyelesaian pekerjaan kita. Minim, kalau pun ada.
Ketiga, jadilah katalisator bagi kolega Anda. Ketika para boss sedang berseteru, sebetulnya sedang terjadi ‘kekosongan’ kepemimpinan disana. Perusahaan sedang butuh ‘the acting leader’ dalam situasi seperti itu.
Dan leader yang dimaksud, bukan leader formal. Melainkan seseorang yang mungkin tidak punya jabatan. Tapi memiliki kemampuan  untuk menjadi katalisator bagi normalisasi proses kerja disana.
Jangan membiasakan diri dengan ketidakpedulian. Karena Anda berada disana untuk memberi nilai tambah bagi perusahaan. Dan jangan pula merasa rugi ketika menjadi bagian dari proses conflict resolution. Karena itu akan memberi Anda pengalaman. Dan kredit poin yang cepat atau lambat, akan memberi Anda banyak manfaat. Sepakat?
Catatan kaki:
Kita tidak perlu ikut campur dalam konflik orang lain dikantor. Namun, kita bisa menjadi contoh bagaimana setiap pekerjaan dapat diselesaikan meskipun ada orang lain sedang berkonflik.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment