Home / Artikel / Menyikapi Perlambatan Ekonomi Bagi Industri

Menyikapi Perlambatan Ekonomi Bagi Industri

 
Perlambatan ekonomi, pasti berdampak pada dunia bisnis. Makanya, para pemimpin perusahaan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya hal itu. Dan, tidak sedikit orang yang menjadikan ‘perlambatan ekonomi’ itu sebagai kambing hitam atas penurunan kinerja perusahaan.
 
Tidak sepenuhnya keliru sih. Namun, perlu di cek lagi validitasnya. Apakah memang perlambatan ekonomi itu penyebabnya? Jika pun benar kondisi ekonomi melambat, harus diuji kembali dampaknya terhadap bisnis case by case. Tidak bisa digeneralisir. Buktinya? Ada banyak bisnis yang justru tumbuh disaat yang lainnya pada loyo kan?
 
“Dalam sebuah krisis sekalipun, selalu ada opportunity.” Kita percaya itu. Tapi kenapa perusahaan mengalami penurunan? Pasti turun, jika produk dan atau model bisnisnya tidak kompatible dengan situasi ekonomi yang melambat itu.  Maka perlambatan ekonomi itu jadi menyakitkan.
 
Tapi perlambatan ekonomi justru jadi menyenangkan bagi perusahaan yang produk dan bisnis modelnya sesuai. Bukankah seburuk apapun situasi ekonomi, masyarakat mah tetep butuh ini dan itu? So? The market is still there.
 
Kebanyakan perusahaan terikat pada pola yang sudah bertahun-tahun dijalaninya. Ketika situasi ekonomi tidak seribet kini, pola itu cocok banget. Sehingga kinerja perusahaan bagus. Ketika situasi berubah, pola yang sama tidak sesuai lagi. Maka ada 1 kata kunci yang perlu kita renungi. Yaitu: CHANGE! Berubah.
 
Lalu bagaimana supaya gagasan perubahan itu bisa diwujudkan? Ada jembatannya. Namanya: INNOVATION. You don’t change if you don’t innovate.
 
Inovasi, memungkinkan perusahaan untuk memiliki ‘Remedy’ ketika ‘Current Business Practices’ sudah tidak kompetitif lagi. Bayangkan perusahaan yang tidak punya inovasi, mereka tidak tahu harus melakukan apa lagi selain yang selama ini mereka jalankan. Rigid jadinya. Dan terjebak dalam kebingungan. Dan akhirnya menghilang dari peredaran. Bukankah Anda masih ingat merk-merk tertentu yang barangnya sudah tidak ada lagi? Nah!
 
Inovasi, memungkinkan perusahaan untuk menggeliat dengan gigih. Berkelit dengan gesit. Bertransformasi dengan percaya diri. Kenapa? Karena dari inovasi itu, mereka memiliki banyak opsi. Ketika model bisnis yang selama ini diterapkan tidak seksi lagi, misalnya. Ada opsi lain untuk dieksplorasi.
 
Para pemimpin perusahaan sudah waktunya melihat perlambatan ekonomi sebagai fenomena yang wajar. Bukan penyebab menurunnya kinerja perusahaan. Sehingga tidak cocok lagi menjadikannya kambing hitam atas kegagalan perusahaan mewujudkan sasaran-sasarannya.
 
Ya pasti turunlah kinerja perusahaan kalau strateginya tidak sesuai. Jangankan ekonomi sedang menurun, sedang naik pun tidak akan kebagian kue pertumbuhan jika tidak memiliki kesesuaian dengan tuntutan zaman.
 
Bagaimana pun juga, situasi ekonomi itu berada diluar kontrol kita. It happens anytime it wanted to happend. Yang sepenuhnya berada dalam kotrol kita adalah; tumbuh atau tidaknya budaya inovasi di perusahaan kita. Pertanyaannya adalah; “Sebagai pemimpin perusahaan, apakah Anda bersedia untuk menggunakan otoritas kontrol itu?”
 
Jawabannya, menentukan kemampuan perusahaan Anda. Dalam menghadapi apapun situasi ekonominya kini. Dan boleh jadi. Menentukan sustain atau tidaknya bisnis itu dimasa depan. The choice is yours.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment