Home / Artikel / MENYIKAPI KELEMAHAN ATASAN

MENYIKAPI KELEMAHAN ATASAN

 
Banyak anak buah yang menilai dirinya sendiri lebih baik dari atasannya. Bahkan tak jarang yang menilai bahwa  seharusnya mereka bertukar tempat. Apakah kondisi seperti ini wajar?
Fakta bahwa seseorang menjadi atasan, tidak menjadikannya sebagai manusia tanpa kelemahan. Itu tidak terjadi pada orang lain. Anda pun demikian. Kelak kalau Anda menjadi atasan, pasti punya kelemahan juga.
Kalau sekarang Anda sudah menjadi atasan, sadarlah bahwa dimata anak buah; mungkin Anda punya kelemahan. Jadi, jangan terlampau rempong kalau tahu bahwa atasan kita punya kelemahan. Ini bukan soal sang atasan. Melainkan cara kita menyikapinya.
Alasan mengapa kita menjadi bawahan seseorang antara lain adalah karena kita ditakdirkan untuk melengkapi kekurangan orang itu, dengan kelebihan yang kita miliki. Maka saat tahu bahwa atasan Anda punya kelemahan, bukan mengeluhkan atau menggunjikannya yang harus Anda lakukan. Melainkan menguatkan diri Anda dalam aspek yang beliau lemah itu.
“Lah cape dong Dang kalau mesti nambalin kekurangannya mah!”
Eits, ini bukan soal menambal kelemahan orang lain, melainkan bagaimana kita menjadi team yang solid bersama atasan kita. Cape? Memang. Tapi mana ada sih kerja sungguh-sungguh yang tidak bikin cape. Dan cape itu, bakal ada hasilnya bagi kita.
Ketika sebagai anak buah, kita bisa mengkompensasi kelemahan atasan kita dengan kelebihan yang kita miliki, maka kita menjadi penting baginya. Bayangkan, atasan menganggap kita sebagai orang penting. Bagus kan?
Atasan yang merasakan manfaat keberadaan anak buahnya akan berusaha untuk menjaga anak buahnya itu. Maka secara otomatis, nilai ‘jualnya’ juga naik. Jadi, memback up kekurangan atasan itu bagus buat diri kita sendiri.
Sebaliknya, kalau kita memilih menggunjingkan atasan. Atau melelecehkan. Jangan harap bakal jadi tangan kanan atasan. Mungkin malah disingkirkan. Kenapa? Karena setiap atasan membutuhkan anak buah yang bisa mensupportnya sehingga fungsi kepemimpinannya berjalan dengan baik.
Atasan Anda punya kelemahan? Maka, dukunglah dia. Dan tutupilah kelemahannya dengan kelebihan yang Anda miliki. Insya Allah, Anda juga yang bakal mendapatkan manfaatnya.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment