Home / Artikel / Menyelami Kecintaan Kaum Muslimin Terhadap Al-Qur’an

Menyelami Kecintaan Kaum Muslimin Terhadap Al-Qur’an

 
Orang yang mempelajari psikologi massa, akan mudah memahami paparan ini. Insya Alloh, dengan pikiran dan hati yang terbuka; orang paling awam sekali pun mudah juga mencernanya.
 
Banyak orang yang tidak memahami mengapa kaum muslimin bereaksi sedemikian dahsyatnya ketika ‘merasa’ kitab sucinya dinistakan. Bagi mereka yang tidak mengerti, akan sangat sulit untuk dipahami.
 
Banyak juga orang yang mengira aksi damai bela Al-Qur’an itu dikendalikan oleh kemarahan. Bukan kemarahan. Melainkan kecintaanlah yang mendorong kaum muslimin membela Al-Qur’an.
 
Inilah aspek yang tidak atau belum dipahami oleh orang selain kaum muslimin. Oleh karenanya, sebagai bagian dari kaum muslimin yang mendambakan kedamaian hidup berdampingan ditengah keragaman negeri tercinta ini, saya ingin memberikan paparan.
 
Tujuannya bukan untuk menengok ke belakang. Melainkan untuk memandang ke depan. Agar bisa membantu semua pihak untuk menyelami. Bagaimana kecintaan kaum muslimin terhadap Al-Qur’an.
 
Supaya kejadian lalu tidak terulang kembali. Dan kita bisa merajut benang keragaman ini menjadi lembaran keharmonisan berbangsa dan bernegara.
 
Kecintaan kaum muslimin kepada Al-Qur’an antara lain tercermin dalam catatan berikut ini (Variasi intensitasnya bisa terjadi sesuai tingkatan individual):
 
1. Kaum muslimin menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup utamanya. Referensi apapun, jika bertentangan dengan Al-Qur’an akan ditinggalkan oleh kaum muslimin. Untuk memegang kitabnya pun, kaum muslimin berwudhu terlebih dahulu.
 
2. Kaum muslimin membaca Al-Qur’an setiap hari. Bahkan bisa lebih dari sekali dalam sehari. Coba carikan informasinya, adakah buku apapun yang dibaca sesering dan semasif Al-Qur’an oleh para pemiliknya?
 
3. Kaum muslimin mengulangi membaca Al-Qur’an dari awal lagi setiap kali khatam alias selesai sampai ayat terakhirnya. Apakah ada buku selain Al-Qur’an yang dibaca berulang-ulang tanpa henti seumur hidupnya?
 
4. Kaum muslimin menghafalkan isi Al-Qur’an. Dari setiap huruf, kata, kalimat dan cara mengucapkannya. Diingatnya. Sehingga bisa dibacanya walaupun tidak sedang memegang kitabnya. Bisa kita telusuri, buku pelajaran apa yang dihafal sedemikian sempurnanya sebagai mana kaum muslimin menghafalkan Al-Qur’an.
 
5. Kaum muslimin mendapatkan kesejukan dan ketenteraman hati setiap kali membaca Al-Qur’an. Sehingga kala bersedih hati kaum muslimin membaca Al-Qur’an. Kala susah kaum muslimin membaca Al-Qur’an. Dan dikala senang pun, kaum muslimin membaca Al-Qur’an.
 
6. Kaum muslimin bisa menangis tersedu-sedu ketika membaca Al-Qur’an. Bukan tangis karena kesedihan. Melainkan karena kebahagiaan. Dan kekaguman kepada Sang Pemilik Sejati Al-Qur’an yaitu Alloh ‘Azza Wajalla. Dimana banyak isinya yang dahulu tidak terjangkau akal manusia, kini satu demi satu dibuktikan kebenarannya seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.
 
Tidak akan cukup kalam untuk menuliskan gambaran kecintaan kaum muslimin terhadap Al-Qur’an. Maka cukup sampai disini saja saya paparkan.
 
Semoga, ulasan singkat ini bisa memberi gambaran bagi yang selama ini tidak atau belum memahami kecintaan kaum muslimin terhadap Al-Qur’an. Supaya tidak ada lagi yang dengan cara atau niat apapun mengusik Al-Qur’an. Sehingga tidak lagi ternoda kehidupan berdampingan kita dalam keragaman.
 
Silakan diteruskan artikel ini kepada siapa saja. Jika Anda yakin bermanfaat. Supaya bisa menjadi bekal untuk membangun hubungan yang sehat dan rukun, dalam bingkai kebhinnekaan.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment