Home / Artikel / Mensyukuri Cobaan Dan Kesulitan Hidup

Mensyukuri Cobaan Dan Kesulitan Hidup

 
Kalau kenikmatan hidup mah gampang mensyukurinya ya. Tapi kalau kesulitan hidup, bagaimana mungkin kita bisa mensyukurinya? Sebentar dulu. Berapa banyak sih kenikmatan hidup yang sudah berhasil kita syukuri? Faktanya, kita lebih sering lupa diri daripada bersyukur. Makin jauh kita dari ibadah, kalau sedang serba senang mah. Doa-doa Anda, misalnya. Lebih khusyuk ketika sedang banyak uang atau saat tengah dikejar penagih hutang?
Dalam keadaan susah, kita malah lebih ‘dekat’ dengan Allah kan? Bercucuran air mata kita kalau berdoa. Tapi ketika cobaan hidup itu masih juga nggak kunjung sirna, akhirnya kita berputus asa. Ini Allah sebenarnya ada apa nggak sih?! Mana janjinya memenuhi doa setiap hamba?!
Anda tidak begitu? Bagus. Sifat manusiawi dalam diri saya, kadang masih seperti itu. Beraaat rasanya memikul beban hidup dan ujian yang tidak kunjung berhenti ini. Lalu, sekarang saya diajak untuk ‘mensyukuri’ cobaan dan kesulitan hidup? Come on. You must be kidding me. Opo sing iso disyukuri nek koyok ngene rasane urip serba susah!? Ngomong naon ari sia!? Hirup sagala susah kieu malah kudu disyukuri. Kumaha logikana?!
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menceritakan bahwa diakhirat kelak; orang-orang yang selama hidupnya tidak pernah mendapatkan ujian besar sungguh iri kepada saudaranya yang ketika hidup, sering Allah uji dengan berbagai macam cobaan berat.
Bahkan mereka berharap andai saja dulu ketika hidup mereka juga diuji seberat itu. Mereka bersedia. Sekalipun rasa sakitnya seperti kulit yang dipotong-potong dengan gunting.
Mengapa mereka sedemikian inginnya diberi ujian hidup yang berat oleh Allah? Karena saat diakhirat, mereka tahu; betapa BESAAAAR pahala dan balasan kebaikan yang Allah berikan kepada seorang hamba yang sanggup bersabar atas segala ujian hidup yang Allah timpakan.
Maka saat kita diuji oleh Allah, sikap terbaik yang layak kita tunjukkan adalah; berterimakasih kepada Allah karena dari 8 milyar manusia yang ada sekarang, Dia telah memilih kita untuk mendapatkan cobaan ini. Bakal nikmaaaat, rasa perih dan pedihnya. Karena kita berbaik sangka kepada Allah ta’ala.
Dia, memasukkan kita kedalam berbagai kesulitan hidup bukan untuk menyiksa. Melainkan memberi jalan agar kita lebih dekat dan lebih hikmat saat bermunajat. Dan seperti berita yang dibawa oleh Rasulullah itu bahwa ternyata; Allah menyediakan begitu banyak kenikmatan yang dikhususkan hanya bagi orang-orang yang selama hidupnya diuji dengan cobaan berat. Lalu sanggup bersabar menjalaninya.
Ya Allah. Terimakasih. Engkau telah memberi kami ujian yang berat ini. Sehingga kami bisa lebih mensyukuri nikmatmu. Dan kami bisa lebih kyusyuk dalam beribadah kepadamu. Melalui ujian yang Engkau berikan ini ya Allah, kami berkesempatan untuk meraih kenikmatan yang Engkau sediakan khusus untuk orang-orang yang sabaaaar. Jadikan kami orang yang sabar itu ya Tuhan kami. Aamiin.
Catatan kaki:
Berbahagialah orang yang senantiasa diuji Allah dengan berbagai macam cobaan hidup. Karena itu, menunjukkan betapa Allah selalu memperhatikan dirinya. Dan Allah, ingin dia selalu mendekat kepadanya.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment