Home / Artikel / Menghadapi Kolega Benalu

Menghadapi Kolega Benalu

 
Artikel ini merupakan versi kolega dari tema sebelumnya yang versi leader tentang “Benalu Dalam Team”. Jika posisi kita bukan atasan, melainkan teman si benalu; what to do?
Prolog dulu. Tidak ada yang suka pada benalu dalam team. Karena kehadirannya membuat orang lain kerja lebih berat. Tapi imbalannya sama. Maka pesan penting PERTAMA dari prolog ini adalah; jangan sampai elu yang jadi benalu.
Tidak ada yang menyukaimu. Jika kehadiranmu hanya menjadi benalu. So first. Check dulu. Apakah elu tidak jadi benalu? Insyaf deh. Sebelum karir dan reputasimu hancur karena sifat benalumu. Sayang banget. Jika masa depan karirmu nanti terhambat oleh pengalaman dan penilaian buruk orang yang mengenalmu.
Jika pun Anda tidak mikir jangka panjang. Pikir saja sekarang. Anda nggak bakal ‘dianggap’ oleh orang lain. Ibarat pergi tak ganjil, datang tak genap. Malah mereka berharap Anda tidak ada. Dari pada menjadi beban bagi mereka. Mending mereka kerja tanpa Anda sekalian. Daripada Anda ada, tapi nggak ada gunanya.
Salah. Jika Anda mengira mereka yang rugi kalau mengabaikan Anda. Rugi apanya coba? Toh selama ini juga mereka tidak mendapat manfaat dari sikap benalu siapapun kan?
Kalau sudah memastikan bahwa bukan kita benalunya. Baaaru deh kita bicara tentang ngadepin kolega benalu. Nyebelin memang. Tapi. KEDUA, Nggak boleh baper. Kesal. Apa lagi sakit hati. Kenapa? Sebab 1. Kalau dibawa kesal atau sakit hati; kita malah semakin menyiksa diri sendiri. Dan 2. Si benalu itu malah makin senang.
Puas dia kalau temannya susah. Dia merasa ‘berhasil’ menancapkan pengaruh buruknya kepada orang lain. Jadi. Don’t baper deh. Rilex saja. Toh Anda nggak butuh-butuh amat sama dia. Semakin Anda tidak terpengaruh oleh tingkah polahnya, semakin nggak berdaya dia.
KETIGA. Setiap kali mendapat tugas untuk kerja bareng si benalu, bagi tugas yang jelas. Tentu harus atas sepengetahuan atasan Anda. Supaya si benalu nggak bertindak sesuka hatinya saja. Jadi mesti jelas dan tegas, apa bagian Anda. Dan apa bagian dia.
KEEMPAT. Terapkan prinsip ‘Do Your Part. I Do Mine’. Kejakan bagian tanggungjawabmu. Dan aku mengerjakan bagian tanggungjawabku. Nah.
Bertanding deh bagus-bagusan sama dia. Kalau dia nyamber berarti kinerja team Anda bakal semakin bagus. Kalau dia cuek bebek, kinerja sesuai tanggungjawab Anda sudah tunai.
Disini pentingnya pembagian tugas yang diketahui atasan tadi. Kalau tanpa pembagian tugas yang jelas, kan sulit menilai kontribusi individu secara obyektif.
Tapi. Ada tapinya nih… Harus diakui juga bahwa kadang atasan kita pun kura-kura dalam perahu. Dia tahu soal si benalu. Tapi. Dia berkura-kura melulu. Kadang. Ada atasan yang begitu. Maka sikap Anda yang KELIMA adalah; memanfaatkan situasi itu untuk menunjukkan kemampuan istimewa Anda.
Kemampuan apa? Kemampuan satu, tentu kemampuan kerja dong. Sebenarnya nggak rugi juga lah kerja lebih banyak dari orang lain itu. Walau lebih capek, tapi justru kita merasa berharga ketika banyak bekerja. Dan ini yang lebih penting; practice, makes perfect.
Tidak diragukan lagi bahwa semakin sering melakukannya semakin terampil kita. Asah terus. Nggak usah peduli sama benalu yang nggak mau berubah. Beresin segera. Lalu cepat-cepat akhiri kerja bareng dia. Fragmatis saja. Nggak usah banyak cincong.
Kemampuan dua. Kepemimpinan. Boleh jadi, cara atasan Anda menyikapi si benalu menunjukkan kelemahan dalam pola kepemimpinannya. Perhatikanlah bahwa. Kelak. Mungkin Anda bakal jadi atasan juga. Dan boleh jadi, salah satu anak buah Anda beraliran benalu.
Jadi sekaranglah saatnya buat belajar memimpin benalu. Bukan nanti setelah jadi atasan. Kalau nanti. Sudah terlambat. Dan Anda, bisa kehilangan respek dari anak buah Anda. Jadi. Punya kolega benalu itu nggak selamanya buruk ternyata. Jika kita, terampil mengatasinya.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment