Home / Artikel / Mengatasi Orang Curang

Mengatasi Orang Curang

 
Banyak yang pernah dicurangi oleh orang lain. Dan, sakitnya tuch disini. Memang, kita tidak boleh berprasangka buruk. Tapi waspada, mutlak perlu. Karena, kita tidak tahu apakah seseorang akan berbuat curang atau tidak; sebelum dia melakukannya. Lalu bagaimana kalau hal itu sudah terlanjur terjadi?
Kita, bisa mengatasinya dengan cara yang relatif sederhana. Meski sederhana, tapi highly effective juga. Begini caranya:
Pertama, mengikhlaskan kejadian yang lalu. Mungkin kita rugi. Tapi ketidakikhlasan dalam menerima kenyataan menjadikannya semakin menyakitkan. Kalau ikhlas, kita malah jadi plong.
Kedua, ingat terus kejadian dimasa lalu. Bukan untuk mengumbar dendam. Bukan pula meratapi kesedihan. Melainkan untuk membangun kewaspadaan. Bagaimana pun juga, beda antara waspadanya orang yang ‘polos’ dengan orang yang pernah mengalami kejadian tak menyenangkan itu dimasa silam.
Ketiga, jangan buru-buru memutuskan hubungan. Orang itu mungkin pernah curang, tapi tidak berarti harus berakhir dengan permusuhan. Yang penting, kita sudah punya perisai kewaspaan dari kemungkinan dicurangi untuk yang kedua kali.
Keempat, lepaskan diri dari ketergantungan terhadap orang yang telah mencurangi itu. Supaya, kalaupun hubungan itu harus diakhiri; kita sama sekali nggak rugi. Dengan begitu, maka ada atau tidaknya dia; gak pengaruh sama kita.
Kelima, mawas dirilah. Jangan sampai kita tahu persis kecurangan orang lain. Tapi nggak nyadar kalau diri sendiri malah biangnya curang.
Dengan berbuat curang, mungkin kita bisa untung. Tapi keuntungan itu tidak akan langgeng. Karena, seperti kita menjauhi orang curang; maka orang-orang baik sekitar kita pun bakal enggan meneruskan hubungan dengan kita. Jika kita yang curang.
Bagaimana kalau kecurangan itu kita lakukan tanpa merugikan orang  lain? Coba dipikir lagi, apa iyya tidak ada pihak yang dirugikan kalau kita curang? Gak mungkin kan?
Makanya, mari melatih diri untuk menjauhi kecurangan. Baik yang dilakukan oleh orang lain, maupun oleh diri kita sendiri. Insya Allah, interaksi kita dengan orang tidak akan menghasilkan apapun selain kebaikan. Untuk kita. Dan untuk mereka juga.
Catatan kaki:
Orang curang itu dimana-mana juga ada. Tapi dia hanya bisa mencurangi orang yang memang bisa dicurangi. Kepada orang yang nggak bisa dicurangi, ya dia nggak bisa berbuat curang.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment