Home / Artikel / Mengatasi Masalah Kejenuhan Di Kantor

Mengatasi Masalah Kejenuhan Di Kantor

 

Pernahkah Anda merasa jenuh di kantor?   Orang yang baru bekerja, tentu tidak begitu. Mereka kan seperti pengantin baru. Yang dirasakan saat ini, manis-manis semua. Bagi pekerja lama yang sudah merasakan naik dan turunnya roller coaster karir. Beda.

 

Barangkali, mengucapkannya secara verbal tidak. Tapi, kadang-kadang terlintas juga pikiran seperti itu. Namun. Itu wajar. Karena, pekerjaan rutin yang terlalu lama kadang memperlihatkan sisi membosankannya. Sehingga, kita merasa jenuh bekerja disana.

 

Lalu, bagaimana mengatasi kejenuhan itu? Pindah kerja ke perusahaan lain dong. Ini, merupakan cara yang ditempuh banyak orang. Bagi saya pribadi, bukan itu solusi terbaiknya. Kenapa? Karena jika pindah kerja solusinya, maka kita hanya akan menjadi kutu loncat nantinya.

 

Cara yang konstruktif harus dimulai dari merenungkan; apa penyebab utama kejenuhan itu. Dengan paham penyebabnya, kita bisa menentukan solusinya. Jadi bukan asal hengkang. Supaya kalau pun harus hengkang, tetap sesuai dengan akar masalahnya. Jika tidak, maka akan timbul hal serupa kelak.

 

Ada 3 penyebab utama kejenuhan dikantor. Pertama, terlalu lama menangani tugas yang sama.Tengok saja, ada orang yang belasan tahun menjalankan tugas yang sama. Padahal, 3 atau 4 tahun pun mungkin sudah membosankan.

 

Lantas, apa solusinya menurut Anda? Job rotation. Anda bertukar penugasan dengan orang lain. Dengan begitu, selalu ada penyegaran.

 

Kedua, karir yang tidak berkembang. Tentu, orang yang terus berkembang karirnya tidak merasakan. Dia mah hepi-hepi aja kan? Makanya, kalau karir Anda tidak berkembang. Dijamin deh. Anda bakal mengalami kejenuhan.

 

Lantas gimana solusinya? Minta dipromosikan? Tidak semudah itu. Cari perusahaan lain yang mau kasih jabatan lebih tinggi? Hmmh…, Anda tahulah kalau nggak segampang itu. Lalu? Solusinya aaappaaaaa?!!

 

Ini cara praktis yang Anda boleh coba. Magang, didepartemen lain. What? Yes. Magang di departemen lain. Bicarakan dengan atasan Anda. Berikan jaminan kepadanya bahwa pekerjaan Anda akan tuntas.

 

Dan berikan jaminan kepada kepala departemen lain bahwa kehadiran Anda merupakan bantuan berharga disana. Insya Allah, kalau Anda bagus. Atasan Anda puas. Kepala departemen itu puas. Maka kelak. Jika ada posisi kosong disana, Anda bakal masuk hitungan talenta yang diberi kesempatan.

 

Ketiga, kejenuhan sering disebabkan oleh hambarnya hubungan dengan orang lain. Anda bayangkan saja. Delapan jam sehari berpapasan dan saling ketemuan ditempat yang sama. Tapi tidak bisa berkomunikasi dengan lancar. Argh… gak cocok banget sama sifat dasar mahluk sosial.

 

Lantas, solusinya apa? Gampanglah. Benerin aja kualitas komunikasi dengan teman. Atasan. Juga bawahan. Semuanya akan kembali normal.

 

Iya. Teorinya. Prakteknya nggak semudah itu. Kalau temannya cuek. Gimana mau baikan? Kalau atasannya jutek. Gimana mau mencairkan suasana? Kalau anak buahnya susah diatur, gimana mau ramah tamah?

 

Well. Itulah tantangan dalam komunikasi. Tidak semua orang bisa memulainya dengan baik. Lalu, Anda mau menjadi inisitornya? Ataukah Anda memilih menjadi sama juteknya dengan mereka? Faktanya, orang jutek itu tidak jutek pada semua orang.

 

Orang cuek pun tidak cuek pada semua orang. Dan orang yang sulit diatur, justru tunduk dan patuh pada orang-orang tertentu. Apa artinya itu?

 

Artinya, setiap orang punya hak untuk mengekspresikan diri. Mau cuek. Mau jutek. Mau ndablek. Bisa. Tapi. Ada tapinya nih. Tapi, bahkan mereka pun milih-milih. Kepada siapa mesti cuek. Pada siapa harus jutek. Nggak pada semua orang. Kenapa? Karena, mereka adalah cermin diri kita.

 

Coba ‘work on these three things’. Insya Allah. Anda akan terbebas dari kejenuhan. Dan Anda, akan menemukan gairah baru ditempat kerja.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment