Home / Artikel / Menejerial Skill

Menejerial Skill

 
Performa kerja Anda bagus? Syukurlah. Tapi, perlu dipahami bahwa kinerja bagus sebagai individu tidak menjadi jaminan berkembangnya karir kita dalam posisi menejerial. Khususnya, ketika diserahi tugas memimpin sejumlah orang. Kenapa?
Karena, memimpin diri sendiri supaya bisa berkinerja tinggi itu berbeda jauh dari memimpin orang lain. Banyak malah, orang yang bagus kinerjanya sebagai seorang individual contributor. Tapi begitu memimpin unit kerja; keteteran.
Jadi, jangan berpuas diri dengan prestasi yang Anda raih sendirian. Sebab di level menejerial, bukan kerja soliter yang dibutuhkan. Melainkan kerja rame-rame yang melibatkan banyak orang. Sehingga untuk menjadi menejer, keterampipan mengelola orang itu mutlak diperlukan.
Kemarin, misalnya. Program Pelatihan Leadership yang saya fasilitasi untuk sebuah perusahaan dibuka oleh Direktur Ekspatriat. Beliau bercerita, tentang betapa pentingnya kemampuan memimpin orang lain. Jika Anda ingin punya karir yang bagus.
Itulah sebabnya, beliau berpesan supaya peserta semuanya memanfaatkan momentum event itu untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinannya. Dia bilang, ada banyak orang yang kerjanya bagus. Tapi karena tidak bisa memimpin orang lain, karirnya tidak berkembang.
Waktu bertugas di Eropa, ada seorang menejer. Orangnya bagus luar biasa. Semua orang tahu reputasinya. Tapi menurutnya, orang itu punya kelemahan yang sangat fatal. Yaitu, dalam hal leadership. Padahal, dia diserahi tugas memimpin banyak orang.
Ketika pekerjaan anak buah yang tidak beres masih bisa ‘ditambal’ oleh kemampuan individualnya, keadaan masih bisa dikendalikan. Tapi ketika tanggungjawabnya semakin banyak, tidak mungkin lagi bisa nambal sana nambal sini. Karena, leaders itu kan membangun kinerjanya melalui orang lain, bukan dengan cara ngerjain segalanya sendirian.
Saya, melihat banyak orang yang menerapkan pola kepemimpinan demikian. Sehingga semakin tinggi jabatannya, semakin riweuh urusannya. Karena, semakin banyak kekurangan anak buah yang ditombokin.
Padahal, kita tahu bahwa semakin hari kompetisi semakin sengit. Dan perusahaan pun semakin menuntut. Sehingga kita, nggak mungkin bisa memimpin suatu unit kerja tanpa ditunjang oleh kemampuan kepemimpinan yang memadai.
Bagaimana nasib menejer di Eropa itu selanjutnya? Beliau bilang, suatu pagi menejer itu dipanggil. Sesampainya di ruang kerjanya, nggak ada basa basi lagi. Dibilangnya;”Ok, this is your last day with the company. We have provided you with taxi bla bla bla…”
Di Indonesia, memang jarang yang sesaklek begitu kalau memberhentikan orang. Tapi efeknya tidak kalah serius juga. Memangnya kalau nggak dihargai oleh anak buah itu enak? Nggak dianggap orang kalau karena orangnya sendiri nggak baik, ya tidak soal. Tapi kalau diremehkan karena kitanya yang tidak kompeten sebagai atasan? Apa enaknya itu jabatan kan?
Jadi, gimana dong Dang?! Latih terus kemampuan kepemimpinan Anda. Banyak baca. Banyak nanya. Banyak mengamati anak buahnya. Banyak bereksperimen dengan mereka. Supaya makin paham Anda dengan mereka. Dan makin paham mereka dengan Anda.
Sehingga, kelak bisa terbangun hubungan mutualistik. Dimana Anda dan mereka merasa bisa saling memberi manfaat. Dan saling menunjang perkembangan karir masing-masing. Good luck.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment