Home / Artikel / Mencari Ketenangan

Mencari Ketenangan

 
Betapa banyak orang yang mencari ketenangan. Pengen hidup dengan tenang. Apakah Anda termasuk salah satunya? Saya, iya. Teman-teman saya juga. Bahkan tak sedikit yang ‘mengumumkan’ pencariannya melalui sosial media. Siapa juga yang tidak ingin hidup adem ayem kan? Pertanyaannya adalah; berhasilkah mereka menemukannya?
 
Ada satu hal yang masih sedikit sekali orang pahami. Khususnya para pencari ketenangan itu. Sebagai pencari ketenangan, sudah pahamkah Anda bahwa kita ini hidup di zaman VUCA? Sebagian dari Anda tentu sudah mengetahuinya. Sebagian lagi, belum.
 
Bagi yang sudah tahu, bukanlah hal yang mengherankan jika sekarang situasi kehidupan kita makin jauuuh dari ketenangan. Kenapa? Karena kita hidup di zaman yang penuh dengan gejolak, serba tidak pasti, serba kompleks, dan serba janggal. Dari situasi itu pulalah sebutan VUCA untuk zaman kita muncul. Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity.
 
“Hari gini elo cari ketenangan hidup?” Demikian teman saya bilang. Gimana elo bisa tenang hidup jika kehidupan elo begitu penuh dengan hiruk pikuk? Manusia berperilaku sesuka hati. Orang kaya congkak. Penguasa belaga. Kaum miskin memaksakan diri memiliki hal-hal yang tidak bisa dia beli.
 
Siapa yang bisa jamin perusahaan tempat elo kerja masih bakal eksis 2 tahun lagi. Untuk mengatur pengeluaran rumah tangga bulan depan juga nggak gampang. Listrik bisa suka-sukanya naik. Lalu sate padang pun ikutan mundak harganya walau cuman seribu perak. Tukang sayur keliling, apa nggak bakal turut melakukan ‘penyesuaian’?.
 
Situasi politik semakin memanas dengan beribu intrik. Pertikaian melebar. Mulut yang liar suka-sukanya saja mencaci dan memaki. Menghina dan menista. Sosial media bisa dipakai untuk mencurahkan apa saja. “Elo masih ngimpi cari ketengangan hidup? You. Live in the VUCA era tauk!” Demikian saya dengar komentar.
 
Anda. Menyaksikan adanya ketidakadilan yang terang benderang dipertontonkan dihadapan Anda sendiri. Para pelakunya sudah tidak terlihat malu lagi. Bagaimana bisa hidup dengan tenang dalam situasi seperti sekarang?
 
Maka yang sudah mengenal VUCA banyak yang percaya bahwa menemukan ketenangan zaman sekarang merupakan sebuah kemustahilan. Sedangkan mereka yang belum kenal VUCA kebingungan dalam pertanyaan tanpa jawaban; ‘Kenapa keadaannya kok jadi begini?’
 
Lalu. Anda bagaimana?
“Gak usah nanya orang lain gimana, Dang. Elo aja. Gimana?” Anda, boleh menuntut demikian.
 
Kalau saya. Memilih kembali kepada kitab suci yang sama imani. Al-Quran. Dan Sunnah Rasulullah. Kenapa? Karena, masya Allah. Semmmmuuuua fenomena yang ada saat ini tertera dengan jelas didalam kitab itu. Perilaku manusianya. Situasi politiknya. Kondisi ekonominya. Semua ada. Anda yang mendalami Al-Qur’an dan Hadits, tentu paham apa yang saya bicarakan.
 
“Kita sedang mencari ketenangan Dang. Bukan mencari ayat-ayat pembenaran!”
 
Justru dari Al-Qur’an inilah saya memulai pencarian itu. Salah satu ayat yang memandu saya menuju ke arah itu misalnya. Ada dalam surah Ar-Ra’du ayat 28. “… Ingatlah. Hanya dengan mengingat Alloh sajalah hati menjadi tenang…” demikian Alloh berfirman.
 
Maka nggak bakal bisa tenang hati jika engkau tidak berdzikir kepada Alloh.  Syarat mutlaknya ya mengingat Alloh itu. Kita mungkin saja kaya, misalnya. Tapi tanpa kedekatan yang intens dengan Tuhan, kekayaan itu tidak bisa membuat kita tenang. Kita, boleh hidup bersahaja. Namun hati kita terpaut kuat dengan tali Ilahi. Maka insya Alloh, bakal tetap tenang.
 
Maka menakjubkan sekali kehidupan orang-orang yang senantiasa membasahi lidahnya dengan dzikir. Karena situasi yang baik menambahkan kedalam dirinya rasa syukur. Sedangkan keadaan yang penuh rintangan mengantarnya kepada kesabaran. Sehingga dalam keadaan susah maupun senang, hatinya berhasil. Menemukan. Ketenangan.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment