Home / Artikel / Memimpin Generasi Millennial

Memimpin Generasi Millennial

 
Generasi millenniaaaaal…. Yuhuuu! Welcome boys! Red carpet for you Girls!
 
Waktu buat Gen-X seperti kita sudah hampir berakhir. Sebentar lagi, The Millennials akan mengambil alih zaman ini bahkan dengan cara yang lebih menakjubkan dibandingkan cara kita merebutnya dari para baby boomers.
 
Lima tahun terakhir sebelum pensiun, saya bekerja bersama kaum millennial. Dan itu merupakan salah satu segmen paling mengesankan. Sekarang, bahkan lebih sering lagi bakerja bareng mereka. Antara lain dalam project bersama Team Rumah Perubahan.
 
Dan ya. Membuat jiwa kita, serasa kembali muda. Kalau bisa mengimbangi irama dan nadanya. Sedangkan Gen-X yang rigid , bakal gelisah. Lalu hasil interaksinya berujung pada situasi yang ‘tidak nyambung’.
 
Tidak terlampau jadi masalah, kalau sebagai kolega; Anda masih bisa bekerja sama. Untuk menghasilkan kinerja dan target-target unit kerja. Toh yang penting kerjaan selesai kan? Diluar pekerjaan. Lain pula ceritanya. It’s ok.
 
Tapi. Itu akan jadi masalah. Kalau Anda adalah atasannya. Sebab bagaimana pun juga, bakal nyesek menghadapi karakter millennial. Kalau menggunakan ukuran dan norma-norma yang selama ini kita pegang teguh sebagai Gen-X.
 
Fungsi atasan kan bukan hanya terselesaikannya pekerjaan. Maka penting untuk belajar lagi. Supaya bisa memimpin Generasi Millenium memersiapkan masa depan perusahaan. Lantas, gimana mulainya? Mari mulai dengan memahami mereka.
 
Adalah hal yang mustahil untuk memimpin seseorang atau sekelompok orang yang tidak kita mengerti. Maka mengerti atau memahami millennial merupakan fondasi yang wajib dimiliki oleh seorang leader.
 
Millennial bukanlah generasi yang aneh. Melainkan orang-orang yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan Gen-X yang saat ini menjadi senior atau atasannya di kantor.
 
Dengan karakteristiknya yang berbeda itu, kaum millennial sering keliru dipahami. Dianggap orang yang malas, misalnya. Padahal, orang sekaliber Bill Gates justru suka sekali mempekerjakan kaum Millenial yang dianggap ‘MALAS’ itu.
 
Menurut Bill Gates, orang malas akan berusaha mencari cara paling mudah untuk menyelesaikan pekerjaannya. Begitulah Bill Gates menggambarkan betapa KREATIFNYA Millennials. Bill Gates bisa begitu. Karena dia, memahami mereka.
 
Millennials tertarik pada perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, perusahaan yang dikenal mempunyai kepedulian sosial yang tinggi, dan perusahaan yang mau memberi ruang seluas-luasnya untuk menuangkan gagasan kreatif serta hasrat berekspresi mereka.
 
Millennials tumbuh dalam dunia yang kaya akan informasi. Selalu terkoneksi dengan lingkungan sosial dan lingkaran pergaulan yang KOMPETITIF, tapi ASYIK. Sehingga walaupun Millennials memiliki komitmen yang kuat untuk berkontribusi. Tapi mereka juga mengharapkan suasana kerja yang menyenangkan pula.
 
Konsep Work-Life Balance yang hanya sekedar wacana bagi babby boomers  dan Gen-X itu, bisa dengan mudahnya diciptakan oleh Millennials. Dan mereka, betah sekali bekerja di lingkungan yang ‘FUN’. Bagi Millennials: No Fun, No Chance.
 
Millennials adalah generasi yang mampu mengelola pola kerjanya sendiri. Dengan caranya sendiri. Mereka tidak tertarik pada aturan-aturan yang kaku atau pola-pola yang membatasi ruang geraknya.
 
Mereka adalah orang-orang yang imajinatif, fleksibel, innovatif, dan multi-tasking. Namun membutuhkan arahan. Tanpa arahan yang tepat, mereka bisa tersesat dalam rimba kreativitas yang tidak relevan dengan harapan dan kebutuhan perusahaan.
 
“Don’t even try to manage Millennials,” demikian George Bradt dalam Forbes. “Lead Them,” lanjutnya. Sejauh yang saya rasakan, memang bener begitu.
 
Millennial, membutuhkan pemimpin yang berperan sebagai mentor bagi perkembangan karirnya. Bukan menejer yang gemar menyuruh-nyuruh. Apa lagi yang doyan mengatur-atur tentang cara menyelesaikan pekerjaannya.
 
So leader. Are you ready to lead your Millennial generation workforces in your team? Let’s get it on.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment