Home / Artikel / MEMILIKI KEKURANGAN ITU PERLU

MEMILIKI KEKURANGAN ITU PERLU

 

Banyak orang yang tidak suka jika orang lain menunjukkan kekurangan dirinya. Nggak sedikit yang tersinggung, marah, bahkan memutuskan tali silaturahmi. Hanya karena dikritisi, tidak segan orang nantang berkelahi.

Padahal, kekurangan yang kita miliki itu bukan aib untuk ditutupi. Melainkan sesuatu yang sangat kita butuhkan dalam hidup. Loh, kok bisa? Kelebihan yang kita butuhkan itu. Bukan kekurangan. Kebalik nih si Dadang.

Dalam kerasnya dunia UFC alias Ultimate Fighting Championship kita mengenal para legenda yang tidak terkalahkan. Mereka adalah para pemegang sabuk juara dunia yang tak tertandingi.

Contohnya. Andersen Silva yang lebih dari 7 tujuh tahun merajai kelas middleweight. Ada Renan Barao di kelas bantamweight. Dan juga Benson Henderson dikelas lightweight. Mereka, para petarung hebat yang sulit dicari tandingannya dalam kurun waktu yang sangat lama.

Selain kesamaan dalam kehebatan itu mereka juga punya kesamaan lain. Yaitu, sikap arogan dan menyombongkan diri. Bahkan tak jarang berujud meremehkan orang lain. Dan, rupanya sikap itulah yang kemudian membawa ke-3 legenda itu pada kekalahan telak.

Orang yang menang terus sering lupa bahwa dirinya punya kelemahan. Orang yang tidak pernah gagal sering lupa kekurangan dirinya. Orang yang tak pernah dikoreksi, sering tidak mampu berkaca pada cermin yang jujur.

Orang yang hidupnya berkombinasi secara seimbang antara gagal dan berhasil, mudah sadar bahwa dirinya punya kelemahan. Sehingga dia sibuk introspeksi diri saat gagal. Dan dia, tetap rendah hati saat berhasil.

Orang yang sadar bahwa dirinya berbuat salah punya kesempatan untuk bertaubat. Sehingga dia tidak sungkan untuk meminta maaf. Dan tidak semena-mena menghakimi orang lain.

Lagi pula, kita ini manusia. Wajar jika punya kekurangan dan kelemahan. Maka nggak perlu ragu mengakuinya. Dan tidak usah pula menyangkalnya. Kita justru butuh kelemahan itu untuk menjadi pengendali hawa nafsu kita. Biar tidak sombong seperti syaiton.

Kekurangan kita juga merupakan pengingat bahwa sehebat apapun kita, masih ada dzat yang maha hebat. Yang dari Dia-lah kita mendapatkan sumber kehebatan itu. Dan kalau Dia berkehendak, bisa saja diambilnya lagi kehebatan itu. Sehingga kita kembali menjadi makhluk yang lemah.

Tunggu deh sampai kita tua renta. Bakal lelah otot-otot kita. Bakal merosot daya ingat kita. Akan mengendor daya juang kita. Akan melemah tulang belulang kita.

Lalu, bagaimana kalau sebaliknya? Kita ini kok lemaaah saja. Kuraaang saja. Tak berdayaa melulu? Ah, itu pertanda bahwa kita diperdaya oleh keengganan untuk menggali kelebihan yang sudah Tuhan berikan. Kepada. Semua. Orang.

Seperti halnya tidak ada orang yang sempurna dalam kelebihannya. Juga tidak ada orang yang sempurna dalam kekurangannya. Maka boleh jadi kelemahan dan kelebihan itu seperti keping mata uang.

Kita ini bukan tidak memiliki kelebihan, saat lemah terus. Melainkan tidak mengajak diri sendiri mengenali, dan mendayagunakan kelebihan yang kita miliki.

Maka tugas kita, adalah; menemukan kelebihan dan kekurangan itu secara mendalam. Lalu memanfaatkannya secara seimbang. Laa haula. Walaa quwwata. Illaa billah. Tiada kekuatan apapun, selain dengan ijin Allah ta’ala.

 

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment