Home / Artikel / Memilih Dinamika Karir

Memilih Dinamika Karir

 
Setiap jenis pekerjaan itu memiliki karakter masing-masing. Ada yang sifatnya monoton. Ada juga yang dinamis. Bekerja di pabrik dengan SOP yang ketat, beda sekali dengan pekerjaan lapangan tertentu, misalnya. Tapi ternyata, bukan sifat pekerjaannya saja loh yang beda. Dinamika perkembangan karir pun berbeda.
Ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang memungkinkan karir kita ‘bergerak’ secara dinamis. Ada juga yang cenderung begituuuu aja terus. Coba perhatikan teman-teman kuliahan kita. Ada yang karirnya pesat. Dan ada juga yang kayak sifut. Perasaan dari dulu disitu aja. Bergeser pun cuman sedikit.
Sekarang. Coba perhatikan. Jenis pekerjaan Anda. Memungkinkan untuk pengembangan karir secara dimanis nggak? Gampang saja cirinya. Orang-orang yang bekerja di bidang itu punya kesempatan untuk belajar ini dan itu.
Ingat loh, ‘belajar’ ini itu. Bukan ‘naik ke level’ itu dan ini. Kenapa? Karena perkembangan karir kita bukan hanya diukur hari jenjang jabatan. Melainkan bertambahnya kapasitas profesional kita.
Lihatnya, juga bukan hanya orang di kantor kita. Tapi orang di kantor lain pada bidang yang sama dengan kita. Kalau orang di bidang itu banyak yang karirnya pada berkembang. Maka, kita nggak boleh ketinggalan. Kan gitu. Pikirkan. Gimaaana caranya supaya kita bisa ikut berkembang.
Iya. Tapi gimana caranya? Salah satu teknik ampuhnya adalah; belajar pada atasan Anda. Bantu dia mengerjakan tugas-tugasnya. Support habis dia. Apapun yang dia butuhkan dalam pekerjaannya, support.
“Hah? Nggak salah tuch? Cape banget kalee… !” Memang cape. Tapi worthed banget. Membantu atasan itu sama dengan belajar menjadi atasan. Membantu atasan berarti ‘memupuk pengalaman’. Membantu atasan berarti menaikkan kualitas profesional kita hingga di level atasan. Kalau di kantor ada peluang, siapa yang bakal dikasih kepercayaan? Tenggelamkan! Eh. Lakukan.
Lalu, bagaimana jika bidang profesi Anda ternyata bukan dari jenis ‘fast moving’. Monoton. Lamban. Membosankan. ‘Semua’ orang di bidang itu di ‘semua’ perusahaan pada begitu. Gimana?
Coba perhatikan kata ‘semua’ yang saya pakai tanda kutip itu. Kelihatannya saja kalimat itu benar. Padahal, tidak mutlak kebenarannya. Lihatlah. Se-statis-statisnya profesi itu, pasti melahirkan orang-orang karirnya melejit. Benar kan? Iya.
Pertanyaannya sama sebenarnya. Gimana caranya supaya bisa keluar dari ‘kerumunan’ untuk kemudian menjadi profesional yang unggul di bidang itu. Kalau saya perhatikan. Orang yang karirnya berkembang bahkan di jenis profesi paling monoton sekalipun adalah orang yang, ‘aktif’.
Maksudnya aktif? Nggak pasif. Maksudnya nggak pasif? Nggak cuman ngejalanin rutinitas harian doang. Reach out. Buka wawasan. Asah pemikiran. Kemukakan berbagai gagasan. Kasih nilai lebih kepada perusahaan. Yang seperti itu tuch, yang karirnya moncer.
Jadi kesimpulannya. Walau pun pekerjaan itu punya karakter berbeda-beda. Tapi. Peluang untuk sukses dalam karir mah relatif sama saja. Kerja di bidang yang dinamis pun kalau kalah saing sama orang lain, nggak bakal kebagian berhasilnya. Kerja di bidang yang statis pun kalau bisa menjadi pribadi yang unggul mah tetep bagus saja.
So. Ternyata ini bukan soal pilihan jenis pekerjaan. Melainkan soal pilihan bagaimana kita menjalani pekerjaan itu. Kita yang memilih untuk menjadi seperti kebanyakan pekerja lainnya yang cukup puas dengan melayani sesuai job description. Ataukah memilih menjadi profesional yang berdedikasi tinggi melalui pelayanan berkualitas ekstra ordinari. Anda, memilih peran yang mana?

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment