Home / Artikel / Memerdekakan Orang Lain

Memerdekakan Orang Lain

 
Karena kemerdekaan itu adalah hak asasi manusia, maka wajar jika setiap orang menuntut kemerdekaannya. Anda, tentu menghendaki kemerdekaan pribadi Anda sendiri juga kan? Pertanyaannya adalah; apakah kita sudah memberikan kemerdekaan kepada orang lain?
Kita tidak menganggap penting soal ini. Makanya, kita sering merampas kemerdekaan orang lain tanpa kita sadari. Memang, kita tidak menjajah orang lain. Tapi ada perilaku-perilaku tak patut kita yang menyebabkan orang lain tidak bisa leluasa mendapatkan hak-haknya sebagai pribadi yang merdeka.
Contoh sederhana. Parkir seenaknya didepan pintu rumah tetangga, sehingga setiap kali tetangga mau mengeluarkan mobil dari garasinya dia harus terlebih dahulu mengetuk pintu rumah Anda untuk memindahkan mobil yang Anda parkir menghalangi pintu masuknya. Itu misalnya. Ada nggak yang begitu? Ada banget.
Dikantor juga sama. Jika seorang atasan merendahkan anak buahnya, maka itu pun merupakan wujud dari perampasan kemerdekaan orang lain. Sebaliknya, anak buah yang cheating terhadap amanah yang diberikan oleh atasannya sehingga kinerja keseluruhannya terganggu, maka anak buah itu telah merampas kemerdekaan atasannya hingga dia tidak lagi bisa tenang ketika meninggalkan kantornya dengan penugasan yang diberikannya.
Apakah hal itu berarti memberi kebebasan kepada orang lain untuk melakukan apa saja? Ya tidak dong. Sebab, kemerdekaan tidak berpihak kepada perilaku buruk dan kemungkaran. Dan orang yang gemar melakukan perbuatan buruk atau merugikan orang lain, bukan orang merdeka. Melainkan orang yang diperbudak oleh nafsu syahwat dan belenggu syaitan. Memerdekakan orang seperti itu, bukan dengan membiarkannya. Melainkan dengan mencegahnya dari perbuatan buruknya.
Kemerdekaan seseorang berkaitan dengan terpenuhinya hak-hak pribadinya yang wajar. Misalnya Anda merasa tidak tenang dengan perilaku seseorang. Apakah didunia nyata, maupun dunia maya. Maka sebenarnya kemerdekaan Anda sudah terampas. Intinya, setiap perilaku yang menggangu kepentingan orang lain; adalah bentuk baru perampasan kemerdekaan seseorang. Kalau kita percaya bahwa kemerdekaan itu adalah hak asasi manusia, maka kita mestinya tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar batas-batas kepatutan.
Sebab kericuhan dan perselisihan yang terjadi diantara kita selama ini, sering disebabkan adanya orang-orang tertentu yang melanggar hak atau teritori orang lain.  Mungkin ada yang tidak secara sengaja. Tapi, tidak sedikit yang sengaja karena rendahnya akhlak mereka. Orang-orang yang semacam ini, tidak paham makna kemerdekaan. Kalau pun dia paham; dia hanya menuntut kemerdekaan bagi dirinya sendiri sambil mengabaikan kemerdekaan orang lain. Tandanya dia, belum merdeka dari dirinya sendiri.
Bayangkan jika kita bukan hanya menuntut kemerdekaan untuk diri kita sendiri saja, melainkan juga menghormati dan menjaga kemerdekaan orang lain. Maka Insya Allah, kita bisa hidup rukun. Inilah nilai-nilai kemerdekaan yang saya hayati pada dirgahayu kemerdekaaan Republik Indonesia yang ke 70 kali ini. Bagaimana dengan Anda?
Catatan kaki:
Belum merdeka kita, jika didalam hati kita masih berkeliaran nafsu untuk merampas kemerdekaan orang lain. Belum merdeka kita, jika membiarkan diri sendiri diperbudak oleh kebiasaan dan perilaku buruk yang merugikan orang lain.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment