Home / Artikel / Membangun Integritas Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Membangun Integritas Tenaga Pendidik dan Kependidikan

 

REFLEKSI PENGABDIAN DI PONDOK PESANTREN AL-FURQON DAN AMANAH MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA.

(Membangun Integritas Tenaga Pendidik dan Kependidikan)
Ustad Arif Somantri
Alhamdulillah, tidak terasa, sudah 20 tahun berkesempatan menjadi bagian dari dinamika dakwah bil hal Muhammadiyah melalui salah satu amal usahanya yaitu Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon dan Amanah Tasikmalaya. Mengapa kesempatan ini pantas disyukuri. Selain mendidik dan mengajar adalah pekerjaan mulia, juga karena tujuan penyelenggaraan pesantren sendiri di Muhammadiyah menempati posisi strategis dalam gerakan dakwah persyarikatan.

Posisi strategis untuk menopang keberlanjutan misi dakwah persyarikatan paling tidak tergambar dalam peraturan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah tentang pengelolaan pesantren Muhammadiyah. Di dalam dokumen penting itu diuraikan hakikat Pesantren Muhammadiyah, unsur-unsur yang menjadi kekhasan pesantren dan tujuan penyelenggaraannya.

Pondok Pesantren Muhammadiyah adalah Lembaga Pendidikan Islam yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah yang mempunyai lima (5) unsur yaitu kyai/ustadz, santri, pembelajaran kitab kuning, masjid, dan asrama.

Kyai/ustadz; adalah pendidik yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik, profesional, dan ideologi Muhammadiyah. Santri adalah peserta didik yang memenuhi syarat sesuai ketentuan Pondok Pesantren. Pembelajaran Kitab Kuning adalah proses pembelajaran pendalaman kitab-kitab berbahasa Arab karya ulama klasik dan kontemporer yang sejalan dengan faham Muhammadiyah. Masjid adalah pusat kegiatan ibadah, pengembangan peradaban, dan kebudayaan Islam. Asrama adalah tempat tinggal santri yang juga berfungsi sebagai tempat belajar bersama.

Pondok Pesantren Muhammadiyah bertujuan untuk menyiapkan calon kader ulama Muhammadiyah dalam berbagai bidang disiplin ilmu. Pondok Pesantren Muhammadiyah berfungsi sebagai tempat :(1) Penyemaian calon kader ulama Muhammadiyah yang menguasai ilmu yang bersumber pada ayat qauliyah dan ayat qauniyah; (2) Penyiapan kader yang berideologi Muhammadiyah, memiliki komitmen tinggi terhadap persyarikatan dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar; (3) Pembinaan calon da’i persyarikatan Muhammadiyah.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon dan Amanah Tasikmalaya termasuk Pondok Pesantren Integral yaitu Pesantren berbasis madrasah/sekolah atau madrasah/sekolah berbasis pesantren yang menghasilkan calon ulama intelektual dan intelektual ulama.

Perjalanan waktu selama pengabdian di Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon dan Amanah Tasikmalaya menunjukan bahwa, mewujudkan pesantren sebagai lembaga penyemaian kader Muhammadiyah, tidaklah mudah. Tantangannya terletak pada pencapaian indikator keberhasilan seperti : kepemimpinan pesantren yang kuat dan dan berwibawa, pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan yang efektif, kurikulum pendidikan yang holistik dan integral, efektivitas proses pembelajaran, dan kemandirian lembaga dalam mempertahankan mutu pendidikan.

Berkaitan dengan pemenuhan tenaga pendidik dan kependidikan yang tergabung dalam team work yang solid, diperlukan kontinuitas pembinaan dan teladan dari pimpinan. Terutama upaya memahamkan visi, misi, nilai, falsafah dan sistem pondok pesantren.

Para pendidik dan tenaga kependidikan harus menyatukan pola fikir, sikap dan perilaku terhadap nilai, sistem, dan kegiatan pesantren. Ketidakpahaman terhadap dasar-dasar totalitas kehidupan pesantren yang dibangun di atas jiwa dan falsafah pendidikan Muhammadiyah dapat berakibat buruk terhadap dirinya dan pesantrennya.

#Annasu ‘adaau maa jahiluu (manusia menjadi musuh sesuatu yang tidak difahaminya).


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment