Home / Artikel / MEMAKNAI JARGON “AYO KERJA!”

MEMAKNAI JARGON “AYO KERJA!”

 

Saat ini, negeri kita sedang dilanda demam ‘ayo kerja’. Tak ikutan saya soal pro dan kontranya. Lepas tangan saya dari debat politiknya. Saya, hanya tertarik untuk memaknai jargon itu secara positif. Supaya jangan hanya jadi sekedar retorika tanpa makna.

Anda punya pekerjaan? Kalau iya, mari camkan bahwa; sekarang ini waktunya kerja, bukan waktunya melakukan hal lain yang nggak jelas. Sekalipun sekedar chatting dengan orang lain diluar kantor yang gak ada hubungan sama sekali dengan pekerjaan, misalnya. Ada yang kayak gitu? Hmmh, you tell me. Ayo. Kerja.

Kalau Anda tidak punya pekerjaan tetap? Ya cari dong kerjaan. Lah, nyari kerja juga susah sekarang mah! Udah dicari kesana kemari. Gak dapat juga. Malah marak phk dimana-mana. Boro-boro cari kerja.

Kalau kerjaan dicari ditempat yang nggak ada, ya nggak bakal nemu. Cari kerja itu ditempat yang ada kerjaannya. Dan, ketahuikah bahwa; ada satu tempat mencari kerja yang pasti ada kerjaannya. Anda tahu dimana? Disekitar Anda. Bikin kerjaan untuk diri sendiri. Jangan nunggu orang lain ngasih kerjaan.

Kerja apaan? Terserah ente. Maunya kerja apa. Ente yang tentukan sendiri bentuknya. Iya. Tapi siapa yang mau bayar, kalau kerja pada diri sendiri? Nggak tahu ya, kalau banyak orang yang mau membayar kita jika hasil kerja kita kepada diri sendiri itu bermanfaat bagi orang lain?

Jangan takut Bro. Kerja yang bagus aja. Lalu biarkan orang lain tahu hasil kerjamu. Insya Allah, ada aja kok yang bakal cocok dengan hasil kerja bagusmu.

Saya contohkan dengan diri saya sendiri ya. Supaya nggak sekedar teori alias omdo. Saya, biasanya mendapatkan order training bukan karena mendatangi kantor-kantor HRD untuk jualan program training saya. Kebanyakan, order training saya didapat dari orang yang denger tentang saya dari orang lain.

“Kang Dadang,” katanya. “Saya dapat nomor telepon Kang Dadang dari….” lanjutnya. Lalu, pembicaraan pun berlanjut. Kebanyakan new client saya seperti itu prosesnya.

Jadi, apakah Anda punya pekerjaan tetap atau kerja serabutan seperti saya; tidak ada istilah menganggur buat kita. Ayo. Kerja. Apa saja kerjaannya mah. Yang penting positif. Insya Allah ada gunanya.

Anda yang orang kantoran, nggak pantes kalau nggak kerja dijam kerja. Karena status kepegawaian Anda itu didapat supaya Anda bekerja. Dan Anda yang nggak berstatus sebagai karyawan, nggak pantes kalau nggak kerja. Karena orang lain mah sudah dapat gaji rutin. Maka kita yang nggak gajian ini mesti kerja supaya bisa memperoleh nafkah kan?

Nggak soal, bentuk pekerjaannya mah. Nggak soal juga berapa bayarannya. Relatiflah. Yang penting kerja bener.

Kalau Anda karyawan, kerja bener Anda bakal menghasilkan karir yang cemerlang dan bayaran yang mahal.

Kalau kita pekerja lepas, maka kerja baik kita akan menghasilkan karya yang memikat hati pengambil keputusan, klien, atau konsumen yang bersedia membayar kita. Insya Allah. Makanya. Ayo. Kerja.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment