Home / Artikel / Manusia Tanpa Cela

Manusia Tanpa Cela

 
Tentang orang lain, sebenarnya kita hanya mengenal ‘luarnya’ saja. Tidak ‘dalemnya’. Saya dan Anda misalnya. Anda tahu apa soal saya? Saya juga tidak tahu, siapa sebenarnya Anda.
 
Kita perlu paham soal ini. Supaya tidak kecewa kalau tahu ‘siapa sebenarnya dia’. Banyak orang yang kecewa oleh orang lain. Bukan karena orang itu berbuat jahat. Tapi, karena orang itu tidak seperti yang dibayangkannya. Tidak sebaik yang dikiranya. Akhirnya, disebelinnya orang itu.
 
Lucu. Orang yang tidak mengusik kita kok malah disebelin. Janganlah kita membenci orang karena dia tidak mampu menjadi seperti yang kita bayangkan.
 
Tak perlu saya contohkan. Kasusnya sudah sering terjadi. Baik diluar, maupun didalam negeri. Anda misalnya. Suka membaca tulisan saya. Atau, pernah ikut kelas pelatihan saya.
 
Jika Anda merasa cocok dengan pemikiran dan metode pelatihan saya, mungkin Anda mengira saya baik, bijak dan layak menjadi panutan. Lantas, bagaimana kalau suatu saat nanti Anda ‘tahu’ bahwa ternyata saya tidak sebaik yang Anda kira. Tidak sebijak yang Anda sangka. Akan tetapkah penilaian Anda?
 
Ini nggak gampang loh. Istri saya, akan dengan mudah menerima saya. Karena dia tahu siapa saya sebenarnya. Tapi Anda yang hanya mengenal saya lewat tulisan atau di ruang kelas, hanya tahu yang baik-baiknya saja.
 
Inilah penyebabnya, kenapa kita sering kecewa pada manusia. Maka jangan terlalu tinggi menilai seseorang. Terlampau berat beban itu untuk dipikul.
 
Biasa saja. Bahkan terhadap orang yang Anda kira ‘sempurna’ sekalipun. Sebab. Tak ada manusia yang tanpa cela. Karena kesempurnaan, mutlak milik Alloh ta’ala.
 
Kalau pun ada manusia yang Anda idolakan hingga tak ada cela sedikit pun dimata Anda, maka hanya nabi yang Anda imani yang layak mendapatkannya. Silakan. Muliakan nabi Anda. Siapapun itu. Jika benar dia utusan Tuhan, maka saya pun ikut menyanjungnya pula.
 
Adakah selain nabi yang boleh dipandang tanpa cela? Nggak ada. Semua manusia biasa, sama seperti manusia lainnya. Punya kekurangan. Walau pun didepan orang lain selalu tampil bijaksana. Meskipun diatas mimbar selalu terlihat mempesona.
 
Bagaimana pun juga. Dia adalah manusia biasa. Seperti halnya saya. Dan juga Anda. Tak perlu kita menyanjungnya secara berlebihan. Siapapun dia. Apalagi saya kan?
 
Biasa sajalah kita mah. Kadang benar. Kadang salah. Ketika dalam berteman. Atau berinteraksi, kita saling memahami hal ini. Maka saya tidak akan kecewa jika kelak saya tahu bahwa Anda ternyata tidak ‘sebaik’ yang saya kira.
 
Dan. Anda juga tidak akan kecewa, jika kelak tahu bahwa saya ini. Ternyata tidak sebijak yang Anda kira. Saya. Seperti Anda. Manusia yang punya kekurangan.
 
Jika selama ini hanya kebaikan saja yang kelihatan. Tidak berarti saya sempurna. Melainkan karena Tuhan, masih menutupi aib dan kekurangan yang saya miliki. So. Jangan heran jika suatu saat nanti. Tuhan perlihatkan sisi kelam teman Anda ini. Toh kesempurnaan mah hanya milik Tuhan kan? Manusia. Tidak ada yang tanpa cela.
Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment