Home / Artikel / Leader Develop Leaders

Leader Develop Leaders

 
Sudah berapa lama Anda menjadi atasan? Kalau sudah lama jadi atasan, tentu sudah lebih terampil dalam mengelola anak buah kan? Bisa iyya. Bisa juga tidak. Lama tidaknya kita memimpin tidak menjadi ukuran. Ada juga kok orang yang sebetulnya belum terlalu lama memimpin. Tapi dalam waktu singkat, dampak dari kepemimpinannya sudah terlihat. Dan ada juga sebaliknya.
 
Lalu apa dong faktor penentunya? Mengembangkan anak buah, itulah dia titik kritisnya. Para pemimpin handal itu ternyata bukanlah orang yang mengerjakan semua tugasnya sendirian. Justru sebaliknya, dia mampu melibatkan sebanyak mungkin peran anak buahnya. Bisa dikatakatan hal itu berlaku untuk semua pimpinan hebat. Keterlibatan anak buah menjadi aspek paling dominan dalam pola kepemimpinannya.
 
Mengapa mengembangkan anak buah menjadi titik penentu yang sedemikian pentingnya? Tuntutan dan tanggungjawab kepemimpinan seseorang selalu meningkat. Sehingga tidak mungkin tetap bisa dipenuhi dengan baik tanpa keterlibatan anak buahnya. Tapi kalau anak buahnya amburadul?  Bukannya bikin kerjaan jadi beres. Malah segala hal bisa semakin berantakan. Bila. Anak buahnya. Tidak berkembang.
 
Ngerti sih. Teorinya. Tapi prakteknya nggak semudah itu. Karena tugas kepemimpinan itu sangat banyak. Sehingga jika harus dibebani lagi dengan urusan mengembangkan anak buah, maka waktu kita bakal kesedot kesitttuh!
 
Benar. Jika mikirnya hanya satu arah. Ingat bahwa pengembangan anak buah, itu tidak selalu harus berupa kuliah. Ceramah atau one-one session. Penugasan berjenjang pun merupakan bagian dari pengembangan. Bedanya, ada atasan yang melakukannya memang dalam rangka pengembangan anak buahnya. Dan ada pula yang sekedar memindahkan pekerjaan dari mejanya ke kubikal anak buahnya. Karena itikadnya beda, maka cara dan pesan komunikasinya beda. Dan dampaknya kepada anak buah pun bakal beda. Itu pertama.
 
Kedua, jangan pula menganggap bahwa departemen HR seharusnya menjalankan tugas pengembangan anak buah. Karena, anggapan itu hanya berlaku untuk aspek-aspek umum. Misalnya, pengenalan prinsip-prinsip bisnis perusahaan atau aspek-aspek general lainnya. Tetapi untuk aspek-aspek khusus yang berkaitan dengan unit kerja, ya bukan tugas HRD dong. Melainkan tugas pimpinan unit kerja masing-masing.
 
“Wah, riweuh, Dang!” Ya sudah. Mau riweuh saat mendidik anak buah, atau riweuh selamanya? “Wah, ilmu dan pengalaman kita juga kan terbatas atuh Dang!” Nah, soal ini lain. Memang ada aspek-aspek pendidikan dan pengembangan anak buah yang bukan bidang kita. Lalu, solusinya bagaimana?
 
Anda nonton deh, bagaimana para Coach The Voice melatih team membernya tentang sesuatu yang diluar keahlian mereka. Anda tahu bagaimana? Benar. Mereka mengundang para ahli lain secara khusus untuk melakukannya. Kurang hebat apa sih Adam Levine, Pharrell Williams, Gwen Stefani dan Blake Shelton? Mereka orang-orang hebat. Tapi ada aspek-aspek tertentu yang mereka menyadari betul jika itu bukan bidang mereka. Sehingga mereka mengundang Rihana, Missy Elliot, Selena Gomez, John Fogerty, Brad Paisley dan orang-orang hebat lainnya untuk mendampingi mereka mendidik para jagoannya.
 
Maka tak herah jika para artis hebat itu, mampu membimbing bibit-bibit baru untuk menjadi artis besar lainnya dikemudian hari. Jika kita mengenal istilah ; “Besi Menempa Besi,” maka The Voice Mengajarkan kita falsafah “Artis Melatih Artis”. Lalu, kenapa kita tidak memulai dengan prinsip “Leader Develop Leaders”?. Jika selama ini Anda sudah menjadi atasan atau pemimpin yang hebat, maka mengapa tidak kita mulai menjadikan diri Anda yang hebat itu seorang Leader yang mampu mendidik dan mengembangkan anak buah Anda? Sehingga mereka menjadi – minimal – sehebat diri Anda nantinya?
Catatan kaki:
Bakal keteteran dong kalau tugas atasan yang sudah bejibun itu masih harus ditambah lagi dengan keharusan ngurusin anak buah! Iyya. Jika dikerjakan sendirian. Tapi jika Anda memanfaatkan sumber daya lain yang ada disekitar Anda, mungkin tidak akan terlampau berat lagi bebannya.
Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKADARUS – Dadang Kadarusman

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment