Home / Artikel / Kotori Tanganmu Wahai Pimpinan

Kotori Tanganmu Wahai Pimpinan

 
“If you want to get things done, you have to do it yourself.” Anda pernah mendengar pepatah itu? Minimal sekarang sudah ya. Itu kurang cocok diletakkan dalam konteks kepemimpinan. Karena dalam kepemimpinan, kita justru mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu.
 
Benarkah begitu? Tidak selalu benar. Bahkan dalam memimpin orang lain, ada aspek-aspek tertentu yang harus kita kerjakan dengan tangan kita sendiri. Sayangnya, banyak leader yang lebih sering bekerja dengan mulutnya dibanding menggerakkan tangannya untuk mengerjakan sesuatu. Hasilnya? Pemimpin omdo alias tukang nyuruh doang.
 
Kita semua tahu persis, bagaimana citra leader seperti itu dimata anak buahnya. Anda pun tidak respek pada atasan yang tidak mau mengotori tangannya dengan pekerjaan yang dia perintahkan kepada Anda kan? Maka seperti itulah pula pandangan anak buah kita, jika kita enggan ‘mengotori’ tangan kita untuk pekerjaan yang dijalani oleh anak buah kita.
 
Loh, masak sih pimpinan masih harus mengerjakan sendiri? Well, soal ‘kotor’ tangannya sama. Tapi tujuannya, beda. Para staff, melakukannya untuk menyelesaikan penugasan yang diterimanya. Sedangkan pimpinan, melakukannya untuk memberi contoh dan keteladanan. Ada empati juga didalamnya.
 
Bayangkan, ada atasan yang menasihati  anak buahnya agar melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya. Suatu ketika, ada pelanggan yang marah besar sehingga anak buahnya kewalahan, lalu minta bantuannya. Eh, dia bilang:”Udaah….. kamu aja yang ngadepin…”
 
Kalau saya bilang, atasan seperti itu mesti sering makan nasi padang. Seperti saya. Dalam perjalanan meeting dengan klien training hari ini saya mampir ke rumah makan padang. Sampai di rumah, ternyata istri saya menyajikan masakan padang pula. Pokoknya nasi padang day deh.
 
Lalu apa hubungannya nasi padang dengan kepemimpinan? Begini. Nasi padang, bakal kerasa lezatnya kalau kita ‘mengaduk-aduk’ isi piring itu dengan tangan. Dan. Fungsi kita sebagai pemimpin akan lebih efektif jika kita mau mengotori tangan kita dengan pekerjaan aktual. Bukan merintah ajah.
 
Silakan tanyakan kepada penikmat nasi padang sejati; apakah mereka menggunakan sendok? Tidak. Mereka menggunakan tangannya secara langsung. Mirip dengan cara makan kami di tatar sunda.
 
Dan silakan tanyakan kepada para pemimpin yang hebat;”Apakah mereka memimpin hanya dengan memerintah saja?” Tidak. Mereka bukan sekedar terampil memberi instruksi. Mereka juga mempunyai kemampuan menggunakan tangannya sendiri untuk menunjukkan kepada anak buahnya tentang;”bagaimana cara menjalankan tugasnya dengan cara sebaik-baiknya”.
 
Maka, jika Anda ingin menjadi pemimpin yang hebat. Jangan jaim deh. Jangan malas mengotori tangan Anda dengan pekerjaan nyata. Minimal Anda tunjukkan pada anak buah Anda bahwa;”bahkan Anda pun tidak merasa ragu, malu, gengsi, jijik, ogah bla bla bla untuk melakukan pekerjaan yang mesti mereka jalani.”
 
Kalau anak buah Anda melihat dengan mata kepala mereka sendiri tentang Anda yang bersedia melakukan seperti yang harus mereka lakukan. Maka. Insya Allah, anak buah Anda akan lebih berdedikasi lagi terhadap pekerjaan dan penugasan yang Anda berikan. Tidak percaya? Cobain.
Catatan kaki:
Anak buah sama sekali tidak mengharapkan atasannya untuk mengerjakan pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Tapi, mereka sangat menghargai atasan yang mau ikut merasakan lika-liku pekerjaan yang mereka jalani sehari-hari.  

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment