Home / Artikel / Konsisten Di Aspek Ini

Konsisten Di Aspek Ini

 
Karir yang bagus antara lain ditandai dengan adanya pertumbuhan. Gaji sih pasti tumbuh. Minimal, sekali dalam setahun kan. Itu berlaku pada semua orang. Yang berlaku hanya pada sedikit orang adalah pertumbuhan karirnya. Maka orang yang karirnya tumbuh, pasti memiliki perbedaan dengan karyawan lain pada umumnya.
Ada dua aspek utama dalam mengukur kualitas profesional seseorang. Pertama, KOMPETENSI. Dan kedua, KOMITMEN. Kompetensi itu kemampuan atau keterampilan kerja. Sedangkan komitmen merujuk pada aspek itikad atau kemauan orang itu dalam menjalani pekerjaannya.
Menurut pendapat Anda, aspek mana yang paling dulu menentukan perkembangan karir seseorang? Kompetensi, atau Komitmen?
Jika Anda mengira bahwa kompetensi merupakan aspek pertama yang mendukung perkembangan karir seseorang, maka Anda benar. Sebab, kita semua tahu bahwa  orang harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan. Anda benar.
Tapi. Ada tapinya nih. Tapi…, hal itu hanya berlaku kalau Anda mau pindah ke perusahaan lain. Lihat bagaimana perusahaan-perusahaan mengincar para profesional ‘yang sudah jadi’.
Pada mereka yang meniti karir dari bawah, kemudian menapaki jenjang yang lebih tinggi; polanya tidak demikian. Ternyata, perusahaan tidak menerapkan prinsip seperti itu untuk karyawan internalnya.
Bagi menejemen, KOMITMEN justru merupakan faktor yang paling duluan menjadi pertimbangan dalam mengembangkan karir karyawan internalnya. Bukankah banyak sekali karyawan yang kompeten tetapi menejmen tidak melihatnya layak untuk dipromosikan?
Faktanya, karyawan yang dianggap ‘masih hijau’ justru sering mendapat kesempatan melampaui karyawan yang sudah duluan bekerja disitu. Kenapa bisa begitu? Karena titian karir kita lebih dulu dibangun oleh komitmen. Bukan kompetensi.
Kan kompetensi dibangun seiring dengan bertambahnya tanggungjawab dan kewenangan. Makanya bahkan para direktur pun masih harus terus belajar kan?
Kalau Anda dipromosi sebagai supervisor misalnya. Bukan karena kompetensi Anda sudah memadai jadi supervisor loh. Tapi lebih karena Anda sudah menunjukkan komitmen yang tinggi untuk mendedikasikan diri pada pekerjaan dan proses pengembangan diri berkelanjutan. Makanya Anda ditunjuk jadi supervisor.
Kompetensinya, pelan-pelan ditingkatkan. Melalui training. Coaching. Atau penugasan lainnya yang memungkinkan Anda untuk belajar dan meraup pengalaman lebih banyak lagi. Menejemen di perusahaan tahu soal ini.
Bukan berarti kompetensi nggak penting loh ya. Tetep penting. Tapi yang namanya kompetensi, tumbuhnya terus menerus. Jadi setinggi apapun pencapaian karir Anda, pasti ada aspek kompetensi yang bisa dipelajari. Maka patokan sederhananya buat saat ini adalah; pastikan kompetensi Anda memadai untuk menyelesaikan penugasan dan tanggungjawab pada posisi Anda sekarang.
Sedangkan untuk menarik perhatian menejemen agar memberi Anda kesempatan dan tanggungjawab yang lebih besar; Anda harus menunjukkan komitmen pada pekerjaan itu.
Perlu dipahami juga bahwa beda dengan kompetensi yang semakin lama bisa semakin bertambah. Komitmen itu cenderung menurun loh. Lihat saja di kantor Anda. Makin lama masa kerjanya, orang makin semangat atau sebaliknya?
Makanya. Menejemen biasanya demen banget sama profesional yang secara konsisten menunjukkan komitmen tinggi. Karena dari komitmen yang tinggi itulah perkembangan kualitas seseorang dimulai. Buktinya, nggak ada karyawan loyo yang dipromosi kan?
So. Show your high level of commitment my friend. Consistently. Maka selain Anda jadi makin gembira ketika menjalani pekerjaan itu. Anda juga makin diperhatikan oleh para pengambil keputusan.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment