Home / Artikel / Kenapa Semua Manager Harus Paham HR (Human Resources)?

Kenapa Semua Manager Harus Paham HR (Human Resources)?

 
Menurut pendapat Anda, kenapa di perusahaan Anda karyawan jarang sekali mendapatkan proses pengembangan dan pelatihan untuk karirnya? Pertanyaan itu, merupakan salah satu jawaban atas judul artikel ini. Semua menejer. Sekalipun dia bukan HR Manager.
Anda, menejer apa? Menejer produksi, menejer marketing, sales, promosi, menejer apapun. Harus paham tentang HR Management. Kenapa? Karena sebagai seorang menejer, you meet your business objective through people. Kinerja Anda, ditentukan oleh orang-orang yang Anda pimpin.
Bagaimana mungkin kita punya team dengan kinerja bagus jika kita sendiri sebagai atasannya tidak paham bagaimana mengelola sumber daya manusia didalam team yang kita pimpin? Mungkin sih. Kalau bicara soal probabilitas. Tapi secara saintifik, kecil sekali peluangnya.
Biasanya, para menejer itu menyerahkan semua urusan keHRan anak buahnya kepada departemen HR. Ini merupakan salah satu wujud ketidakpahaman menejer terhadap HR Management.
Kalau kita paham, maka kita akan tahu bahwa memang ada aspek-aspek keHRan tertentu yang harus kita serahkan kepada HR department. Namun ada aspek kritis lainnya yang tidak boleh lepas dari perhatian Anda.
Departemen HR memang ada untuk ngurusin soal HR. Tapi, keberadaan mereka bukan untuk mengambil alih tanggungjawab atasan terhadap semua urusan keHRan anak buahnya. Pengembangan SDM itu, misalnya.
Anda boleh mengatakan sibuk. Tapi, kalau diserahkan kepada orang HR tidak akan dikerjain. Memangnya departemen HR punya cukup waktu untuk mengurusi semua manusia dikantor Anda?
Tidak. Malahan, ada perusahaan yang mempekerjakan karyawan ratusan orang tapi hanya ada 2 atau 3 orang yang menangani urusan HR. Mustahil banget mereka bisa mengurusi anak buah Anda.
Bahkan, diperusahaan besar yang staff HRnya banyak sekalipun tidak menjadi jaminan bahwa anak buah Anda bakal terurus dengan baik. Kenyataannya, kebanyakan orang di departemen HR itu merupakan jagoan administrasi. Tapi sedikit, yang jago dalam hal pengembangan sdm.
Anda,  tidak bisa menyerahkan proses pengembangan kompetensi dan kualitas anak buah Anda kepada mereka. Bahkan kalau pun mereka mampu, mereka hanya akan bisa mendidik anak buah Anda satu atau 2 kali saja dalam setahun. Itu pun belum tentu.
Padahal, Anda butuh sekali anak buah Anda di tingkatkan terus kemampuannya karena target Anda juga meningkat terus dari tahun ke tahun kan? Anda, tidak bisa mengharapkan orang HR melakukan semua itu untuk Anda.
Bukan salah orang HR jika mereka tidak bisa memenuhi harapan itu. Tapi kehadiran mereka memang untuk memainkan fungsi supportif. Bukan pemeran utama dalam pengembangan SDM di unit kerja Anda.
Bahkan sekalipun kolega HR Anda sangat ingin melakukannya, belum tentu mereka paham situasi sebenarnya dalam team Anda.Lalu, bagaimana dong solusinya?
Simplenya sih Begini. Anda, harus menjadi penanggungjawab utama urusan HR di unit kerja Anda. Andalah yang mesti menjadi guide bagi orang HR mengenai apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan anak buah Anda. Hingga kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan Anda.
Dengan cara itu, Anda tidak akan pasif nunggu program kerja HR. Toh Anda juga nggak tahu apakah unit kerja Anda menjadi prioritas mereka atau tidak kan? Dengan sikap proaktif itu, Anda memegang kendali atas apa yang akan dilakukan untuk dan bersama team Anda.
Dengan begitu, porsi mengurusi anak buah Anda akan semakin besar. Dan insya Allah, dampaknya pada pencapaian team juga akan besar; dibandingkan kalau Anda serahkan saja semua urusan keHRan team Anda kepada departemen HR. Cobain deh.
Catatan kaki:
Anak buahmu, tanggung jawabmu. Walau pun ada piihak lain yang mengurusinya, tapi tanggung jawabnya tetap ada dipundakmu.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment